Raci Kulon, Sidayu — Selama ini, warga Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, harus rela beraktivitas dalam gelap jika malam-malam ada urusan di gudang penyimpanan pupuk. Untungnya, cerita itu sekarang tinggal kenangan. Subkelompok 2 KKN Mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya baru saja merampungkan pemasangan lampu tenaga surya di area tersebut, lengkap dengan sensor otomatis yang menyala sendiri begitu matahari terbenam.
Program ini digarap sejak Maret hingga Juli 2026, dan langsung menyasar masalah yang selama ini membuat warga was-was. Soalnya, gudang pupuk itu nggak cuma dipakai siang hari — warga juga sering bolak-balik ambil, simpan, sampai mengawasi stok pupuk di malam hari. Masalahnya, menjelaskan di sana minim banget, jadi rawan kecelakaan sekaligus jadi celah buat gangguan keamanan.
“Kondisi ini juga meningkatkan risiko adanya hewan buas yang muncul saat malam hari serta terbatasnya jarak pandang di sekitar lokasi. Belum lagi, pasang listrik PLN ke lokasi itu juga butuh biaya tambahan yang tidak sedikit. Nah, di dalamnya tertanam ide panel surya jadi solusi yang pas — modal sinar matahari doang, tanpa harus menarik kabel listrik konvensional”, ungkap salah satu tim.
Teknologi yang dipasang berupa Solar Street Light All in One — istilah kerennya, lampu jalan yang sudah “paket komplit” karena panel surya, baterai, sensor, sampai lampu LED-nya jadi satu unit (jadi nggak ribet rakit terpisah-pisah). Siang hari, panel menyerap sinar matahari dan mengisi baterai. Begitu langit gelap, sensor otomatis menyalakan lampu LED berdaya 16 watt itu selama 10-12 jam tiap malam, dengan waktu ngecas sekitar 6-8 jam saat siang.
Prosesnya tidak instan. Tim PKM lebih dulu survei lokasi buat mencari titik yang paling optimal kena sinar matahari, lalu menyusun rencana teknis dan anggaran, baru pengadaan alat seperti tiang besi galvanis, baterai, sampai material pondasi beton. Setelah tiang berdiri dan lampu terpasang, mereka juga menguji apakah panel benar-benar menghasilkan listrik, baterai menyimpan energi dengan baik, dan lampu bisa menyala sendiri sesuai waktu.
Yang menarik, program ini tidak berhenti di pasang lampu doang. Tim juga kasih edukasi ke warga soal cara kerja dan perawatan panel surya — mulai dari membersihkan debu di permukaan panel biar penyerapan cahaya tetap maksimal, sampai serah terima buku panduan pemeliharaan supaya warga bisa merawat sendiri ke depannya.

Hasilnya cukup memuaskan. Menurut laporan tim, pemasangan ini secara faktual telah meningkatkan keamanan fasilitas penyimpanan pupuk dari potensi gangguan dan mempermudah mobilisasi barang oleh masyarakat pada malam hari. Warga sekitar, termasuk pemilik gudang dan petani yang sawahnya di dekatnya, antusias mengikuti sosialisasi dan serah terima alat.
Program ini sekaligus dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi langsung praktik menyelesaikan masalah nyata di lapangan. Tim berharap, model penerangan energi surya kayak gini bisa dicontoh dan dikembangkan lagi di fasilitas umum lain di Raci Kulon, misalnya di jalan tani atau area tambak, agar makin banyak warga yang mendapatkan manfaatnya.
“Terima kasih banyak untuk adik-adik mahasiswa KKN Untag Surabaya, khususnya Sub Kelempok 2, yang sudah mau repot-repot bantu kami di sini. Sebelumnya, kalau malam-malam harus ke gudang buat ambil atau ngecek stok pupuk, rasanya was-was terus. Gelap, jalan susah kelihatan, belum lagi khawatir soal keamanan barang yang ada di dalam,” ujar mitra penerima alat.
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #KKNUntagSurabaya #UntagSurabayaKeren #SolusiTepatGunaKKN2026 #SolarPanel #RaciKulon #Gresik #SubKelompok2
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































