30 Januari 2026 – Bengkkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pembinaan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga binaan, Kamis (29/1). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Buddha yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut berlangsung di aula layanan Rutan Bengkulu dan diikuti oleh seluruh WBP beragama Buddha. Dalam kegiatan ini, warga binaan mengikuti rangkaian pembacaan parita, meditasi, serta ceramah dhamma yang dibimbing langsung oleh penyuluh agama Buddha dari Kemenag Kota Bengkulu. Pembinaan keagamaan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berupaya memastikan setiap warga binaan memperoleh layanan pembinaan secara merata, tanpa membedakan latar belakang agama. Menurutnya, pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, meningkatkan ketenangan batin, serta mendukung perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih positif.
“Pemenuhan hak beribadah merupakan kewajiban yang harus kami laksanakan. Melalui kerja sama dengan Kemenag Kota Bengkulu, kami menghadirkan penyuluh agama yang kompeten agar pembinaan rohani dapat berjalan sesuai ajaran dan kebutuhan masing-masing warga binaan,” jelas Tomy.
Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembinaan pemasyarakatan, karena mampu memberikan nilai-nilai moral dan spiritual yang bermanfaat sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para WBP beragama Buddha. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan difasilitasi dengan baik oleh pihak rutan. Salah seorang warga binaan menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani memberikan ketenangan dan membantu menjaga keseimbangan mental selama berada di dalam rutan.
“Melalui meditasi dan ceramah dhamma, kami menjadi lebih tenang dan mampu merenungkan diri. Kami bersyukur masih bisa menjalankan ibadah dan mendapatkan bimbingan rohani secara rutin,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Bengkulu berharap kualitas spiritual warga binaan dapat terus meningkat, sehingga masa pembinaan dapat dijalani dengan lebih bermakna dan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































