Garut, 31 Januari 2026 – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sejak usia dini, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna melalui simulasi sederhana Peristiwa Hajar Aswad pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas 3. Kegiatan ini agar peserta didik tidak hanya memahami peristiwa secara tekstual, tetapi juga mampu menangkap hikmah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Melalui simulasi tersebut, Insan menggambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW dipercaya oleh berbagai suku Quraisy untuk menempatkan kembali Hajar Aswad yang sempat menjadi sumber pertemuan. Dengan penuh kebijaksanaan, Rasulullah SAW mengajak seluruh perwakilan suku untuk terlibat secara adil dalam mengangkat Hajar Aswad menggunakan sehelai kain, sementara dia sendiri menempatkannya di tempat semula. Cara ini berhasil menyelesaikan konflik dan menunjukkan kecerdasan sosial serta kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
Insan menjelaskan bahwa pembelajaran ini sengaja dirancang agar siswa dapat melihat langsung contoh penyelesaian masalah secara damai dan adil. “ Betapa bijaksananya Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak memihak satu golongan pun, tetapi justru mengajak semua pihak untuk terlibat sehingga tidak ada yang merasa dirugikan ,” ujar Insan saat menjelaskan materi kepada siswa.
Lebih lanjut, Insan menekankan bahwa nilai kebijaksanaan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah yang sarat dengan interaksi dan perbedaan karakter antarsiswa. Menurutnya, sikap adil, kebiasaan bermusyawarah, kemampuan menghargai pendapat orang lain, serta pengendalian emosi agar tidak mudah memicu konflik merupakan karakter penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan utama dalam membangun suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai. “ Saya ingin anak-anak memahami bahwa perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Namun, perbedaan tidak boleh berakhir pada konflik. Kita bisa menyelesaikannya dengan cara yang baik melalui musyawarah, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, ” ungkap Insan.
Antusiasme siswa tampak jelas selama kegiatan simulasi berlangsung. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam adegan-adegan sederhana yang merepresentasikan Peristiwa Hajar Aswad. Keterlibatan langsung ini membuat siswa lebih mudah memahami alur peristiwa dan menangkap pesan moral yang terkandung di dalamnya. Suasana kelas pun lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan, sehingga pembelajaran SKI tidak terasa monoton, melainkan penuh makna dan pengalaman.
Dengan metode pembelajaran berbasis simulasi tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu mengingat peristiwa sejarah, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kebijaksanaan, keadilan, dan sikap menghargai sesama yang diharapkan dapat terimplementasi saat siswa bermain bersama teman, bekerja dalam kelompok, menyelesaikan perbedaan pendapat, maupun saat berinteraksi dengan guru dan lingkungan sekitar.
Melalui pembelajaran SKI yang kontekstual dan berorientasi pada keteladanan ini, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguatan aspek pengetahuan dan pembentukan karakter. Penanaman nilai kebijaksanaan Rasulullah SAW sejak bangku sekolah dasar diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bijak dalam berpikir, mampu menyelesaikan masalah secara damai, serta hidup rukun di tengah keberagaman dan perbedaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































