Ngadirojo Kidul, Wonogiri — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan susu jagung sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK sebagai kelompok strategis dalam pemenuhan gizi keluarga sekaligus pengembangan potensi ekonomi berbasis pangan lokal.
Kegiatan ini diisi dengan materi yang disampaikan oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, sehingga pembahasan mencakup aspek pemanfaatan sumber daya lokal, keberlanjutan, serta peluang pengembangan produk berbasis jagung. Kegiatan diawali dengan pemaparan penggunaan lahan jagung yang dominan di Desa Ngadirojo Kidul sebagai bahan utama pembuatan susu jagung. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pemaparan dan praktik langsung terkait proses pembuatan susu jagung, mulai dari pemilihan bahan baku, tahapan pengolahan, hingga teknik penyajian yang higienis dan aman untuk dikonsumsi. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai manfaat dan kandungan gizi susu jagung, seperti karbohidrat, serat, dan vitamin yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Selain produk utama berupa susu jagung, mahasiswa turut memperkenalkan berbagai produk olahan turunan berbahan dasar susu jagung, seperti puding jagung, jagung latte, dan variasi olahan lainnya. Produk-produk tersebut dinilai memiliki nilai tambah dan potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan yang menarik, khususnya bagi ibu-ibu PKK.
Dalam sesi lanjutan, mahasiswa juga menyampaikan sosialisasi mengenai penentuan harga produk, strategi pemasaran sederhana, serta pengenalan peluang pemasaran yang lebih luas, termasuk wacana distribusi hingga ekspor dan impor produk olahan jagung dalam jangka panjang. Materi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami aspek ekonomi dan pemasaran produk.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Ibu Nina menyampaikan, “Rasanya enak, tidak amis, dan manisnya pas anak-anak pasti suka. Kami jadi tahu kalau susu jagung bisa jadi pilihan sehat untuk mencegah stunting sekaligus bisa dijual.”

Sementara itu, Ibu Win menambahkan, “Ilmu yang diberikan lengkap, mulai dari cara membuat susu jagung sampai ide produk seperti puding dan latte serta cara menentukan harga dan memasarkannya. Kami jadi penasaran untuk mencoba di rumah.”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Reguler Tim 1 Universitas Diponegoro Sub Kelompok 128 berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Ngadirojo Kidul akan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini serta mendorong pemanfaatan potensi jagung sebagai produk pangan inovatif, bernilai gizi, dan bernilai ekonomi. Program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting sekaligus pemberdayaan masyarakat desa.
Ibu-ibu PKK Desa Ngadirojo Kidul mencoba produk susu jagung dan olahan turunannya yang dibuat bersama mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stunting berbasis pangan lokal, Rabu (21/1/2026).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































