Lhokseumawe, Kecamatan Blang Mangat, Kegiatan psikososial bertajuk “Ekspresiku, Perasaanku: Belajar Mengenal dan Mengekspresikan Emosi” dilaksanakan sebagai upaya sistematis untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial anak sejak usia dini. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan, menempatkan anak sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran emosi. Dalam konteks perkembangan anak, pengenalan dan pengelolaan emosi dasar menjadi fondasi penting bagi terbentuknya kepribadian yang sehat, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta kesiapan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui media permainan edukatif berupa kotak perasaan yang dilengkapi dengan kartu emosi, seperti senang, sedih, marah, dan takut. Media ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik anak yang belajar secara konkret dan visual. Melalui permainan tersebut, anak diajak untuk mengenali berbagai jenis emosi dengan cara memilih kartu emosi yang sesuai dengan perasaan yang pernah atau sedang mereka alami. Proses ini tidak hanya membantu anak memahami perbedaan setiap emosi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap perasaan adalah hal yang wajar dan dapat diekspresikan dengan cara yang tepat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak berani menyampaikan pengalaman sederhana yang berkaitan dengan perasaan mereka, baik itu perasaan senang saat bermain bersama teman, sedih ketika kehilangan mainan, marah karena konflik kecil, maupun takut saat menghadapi hal baru. Dengan bimbingan guru, anak diarahkan untuk mengekspresikan emosi tersebut secara positif dan sederhana, menggunakan kata-kata yang mudah dipahami sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pendekatan ini secara tidak langsung melatih kemampuan verbal anak serta meningkatkan rasa percaya diri mereka saat berbicara di hadapan teman dan guru.
Selain aspek emosional, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial anak. Interaksi yang terbangun selama permainan mendorong anak untuk saling mendengarkan, menghargai perasaan teman, dan belajar berempati. Anak mulai memahami bahwa setiap individu dapat memiliki perasaan yang berbeda dalam situasi yang sama. Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan mengurangi perilaku agresif atau menarik diri yang sering muncul akibat ketidakmampuan anak mengelola emosi.
Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan aman dan suportif, sehingga anak merasa nyaman untuk mengekspresikan perasaannya tanpa rasa takut atau malu. Melalui kegiatan psikososial ini, guru juga dapat mengamati kondisi emosional anak secara lebih mendalam, yang berguna sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam proses pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi pendidik dalam memahami kebutuhan psikososial peserta didik.
Secara keseluruhan, kegiatan psikososial “Ekspresiku, Perasaanku” menjadi bentuk implementasi pembelajaran yang holistik, mengintegrasikan aspek emosional, sosial, dan komunikasi anak dalam satu aktivitas yang menyenangkan. Diharapkan, melalui kegiatan ini anak mampu mengenali emosi dasar, mengekspresikan perasaan secara positif, memiliki keberanian untuk berbicara di depan umum, serta membangun interaksi sosial yang lebih baik dengan lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya dalam membentuk kecerdasan emosional yang akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































