Surabaya, 7 Februari 2026 – Petinju berdarah Maluku, Axel Niagara Pelamonia, resmi kembali ke ring setelah absen panjang akibat cedera. Kini, ia menjalani latihan intensif di Golden Camp, menandai babak baru dalam karier profesionalnya.
Cedera serius sempat menghentikan momentum Axel di arena pertarungan. Namun, petarung bermental baja ini melewati masa pemulihan dengan disiplin tinggi. “Saya fokus total pada recovery, dan sekarang kondisi fisik serta mental saya lebih matang,
Sehingga target saya bulan April mendatang sudah kembali untuk fight” ujar Axel seperti dikutip dari sumber terdekat.

Di Golden Camp, Axel dibentuk langsung oleh Coach Marteen, pelatih asal Afghanistan yang terkenal dengan metode latihan keras dan terstruktur. Pendekatan Coach Marteen menekankan ketahanan mental, yang kini diasah untuk mengembalikan ritme bertarung, kekuatan, dan ketajaman teknik Axel.Belum ada jadwal pertandingan resmi, tapi intensitas latihan Axel menunjukkan persiapan serius. Sebagai wakil Maluku, ia membawa semangat juang dan determinasi tinggi, siap kembali diperhitungkan di level tertinggi.
Kembalinya Axel bukan hanya latihan rutin, melainkan pernyataan tegas: petinju ini siap bangkit dan mengukir prestasi baru di dunia boxing.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































