DESA MLUWEH, UNGARAN TIMUR – Mahasiswa KKN Tematik Tim 26 Universitas Diponegoro Dusun Kalilateng Barat RW 2, menghadirkan rangkaian program inovatif yang menyentuh aspek kesehatan, inovasi produk, hingga advokasi kebijakan di Dusun Kalilateng Barat RW 2, Desa Mluweh. Inisiatif ini merupakan upaya nyata dalam membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat. Tim KKN Tematik 26 di Dusun Kalilateng Barat RW 2, terdiri dari 9 (sembilan) anggota, yaitu; Raiza Ardiya Putri Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Muhammad Garibaldi Fakultas Hukum, Ardityo Rahardjo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Cita Fairuz Savitri Fakultas Kedokteran, Yovina Raisa Nabila Fakultas Kesehatan Masyarakat, Zulfa Aulia Fakultas Teknik, Alif Fajar Saputro Fakultas Sains dan Matematika, Raena Rafa Sasmitha Putri Fakultas Sains dan Matematika, dan Dhiastama Arga Sampoerna Fakultas Teknik.
Raiza Ardiya Putri FEB, membuat Program Edukasi dan Implementasi Bank Sampah yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Mluweh menjadi upaya nyata dalam mendorong kesadaran pengelolaan sampah di lingkungan RW. Melalui kegiatan ini, Raiza Ardiya Putri dari KKN-T Tim 26 UNDIP bersama tim memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK dan warga mengenai konsep bank sampah serta pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Setelah sosialisasi, warga diberikan waktu sekitar satu minggu untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing. Pada waktu yang telah disepakati, mahasiswa KKN mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan penimbangan dan pengumpulan sampah yang telah dipilah. Hasil timbangan setiap warga dicatat secara rinci, kemudian data pencatatan hasil penimbangan serta alat timbangan diserahkan kepada pengurus RW sebagai dasar operasional administrasi bank sampah, sehingga pengelolaan sampah di Desa Mluweh dapat berjalan secara berkelanjutan.
Muhammad Garibaldi FH, Program multidisiplin pembuatan plang pelarangan pembuangan sampah di sungai bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai melalui pemasangan plang informasi di lokasi strategis. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu serta partisipasi masyarakat agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Ardityo Rahardjo FISIP, menyusun policy brief bertajuk “Menjaga Aliran Kehidupan” yang merekomendasikan pembentukan Peraturan Desa (Perdes) mengenai larangan membuang sampah di bantaran sungai kepada Pemerintah Desa Mluweh. Inisiatif ini disusun untuk mengatasi ancaman serius terhadap kualitas air, risiko banjir, dan masalah kesehatan masyarakat yang timbul akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan di aliran sungai. Berdasarkan mandat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 dan Perda Kabupaten Semarang No. 2 Tahun 2014, dokumen ini mengusulkan lima langkah strategis, yaitu formalisasi regulasi dengan sanksi denda administratif berkisar antara Rp50.000 hingga Rp500.000, penguatan BUMDes untuk mengelola sampah secara profesional melalui sistem jemput sampah, pembentukan “Satgas Jogo Kali” untuk pengawasan partisipatif, pemasangan media peringatan serta CCTV di titik rawan, dan alokasi Dana Desa untuk pembangunan sarana prasarana persampahan seperti motor sampah dan TPS3R. Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan kepastian hukum di tingkat desa sekaligus memastikan kelestarian ekosistem sungai bagi generasi mendatang.
Cita Fairuz Savitri FK, melakukan Penyuluhan Pentingnya Pengolahan Sampah Organik Digelar di RW 2 Desa Mluweh – Upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya pengolahan sampah organik yang dilaksanakan di Sekretariat PKK RW 2 Desa Mluweh oleh Mahasiswa KKN-T 26 Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan di tepi sungai dan lahan kosong. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah yang berpotensi menciptakan lingkungan tidak sehat serta meningkatkan risiko berkembangnya vektor penyakit. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai salah satu langkah mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui pengelolaan sampah yang tepat, diharapkan lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai penyakit. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan serta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengolahan sampah organik di lingkungan rumah tangga. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK, mengingat peran penting mereka dalam pengelolaan sampah rumah tangga sehari-hari. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman.
Yovina Raisa Nabila FKM, membentuk Program kerja Safety Monitoring & Food-Waste Management: Sosialisasi Pencegahan Bahaya Biologis dan Inovasi Pengomposan Tanpa Lahan (Metode Galon) merupakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi kepada masyarakat mengenai pencegahan bahaya biologis dari sampah organik rumah tangga serta penerapan inovasi pengolahan sampah tanpa lahan melalui metode kompos galon. Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang risiko kesehatan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, seperti munculnya vektor penyakit dan pencemaran lingkungan, sekaligus memperkenalkan solusi praktis, sederhana, dan mudah diterapkan di rumah dengan lahan terbatas. Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat mulai memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri sehingga dapat mengurangi timbulan sampah dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Zulfa Aulia FT, “SABUK ALAMI: Sari Bawang Anti Nyamuk Alami”. Program SABUK ALAMI merupakan inovasi eco-friendly yang menyulap limbah kulit bawang merah menjadi spray anti nyamuk alami yang aman, praktis, dan bebas bahan kimia berbahaya. Dengan memanfaatkan senyawa Acetogenin dan Sulfur yang terkandung dalam kulit bawang serta aroma Sereh, cairan ini efektif mengusir nyamuk, lalat, dan semut tanpa menimbulkan polusi asap, sehingga menjadi solusi perlindungan keluarga yang sehat sekaligus ekonomis bagi masyarakat. Melalui prinsip 4S (Hemat, Hebat, Sehat, Selamat), program ini berhasil mengedukasi ibu-ibu PKK untuk menciptakan perlindungan keluarga yang bebas kimia berbahaya.
Alif Fajar Saputro FSM, membuat Poster Pemetaan masalah berbasis data dan grafik hasil survei. Berdasarkan survei terhadap 116 responden di RW 2 Desa Mluweh, sebagian besar warga (79,3%) sudah memanfaatkan layanan pengambilan sampah oleh petugas, namun masih ditemukan praktik pengelolaan sampah yang kurang ramah lingkungan seperti dibakar atau dibuang ke sungai. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah sudah berjalan, tetapi kesadaran dan kedisiplinan sebagian warga masih perlu ditingkatkan. Selain itu, 44% warga belum memiliki tempat sampah khusus di rumah, dan mayoritas sampah dapur (87,1%) masih langsung dibuang tanpa pengolahan. Kondisi ini menunjukkan potensi besar sampah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah organik agar dapat meningkatkan kebersihan lingkungan dan nilai manfaat bagi masyarakat.
Raena Rafa Sasmitha Putri FSM, “Perhitungan dan Alur Bank Sampah” di RW 2 Desa Mluweh sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah anorganik yang terstruktur dan bernilai ekonomi. Program ini meliputi pendataan serta perhitungan berat sampah anorganik seperti kaleng, kardus, botol kaca, dan botol plastik yang dihasilkan warga, yang kemudian diolah sebagai dasar perencanaan kapasitas dan pengelolaan bank sampah. Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai alur bank sampah, mulai dari pemilahan sampah dari rumah, proses pencucian dan pengeringan, penyetoran ke bank sampah, hingga pencatatan saldo tabungan. Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemilahan sampah, mampu mengelola sampah berbasis perhitungan sederhana, serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.
Dhiastama Arga Sampoerna FT, “Pemetaan Kerentanan DBD Sebagai Langkah Preventif Pada Masyarakat” Mahasiswa KKN-T 26 Universitas Diponegoro menyusun peta kerentanan fisik DBD di Desa Mluweh sebagai langkah preventif berbasis parameter fisik lingkungan. Pemetaan periode 2026 yang disajikan dalam sistem proyeksi UTM tersebut mengklasifikasikan wilayah desa ke dalam tiga tingkat tidak rawan, rawan, dan sangat rawan serta menampilkan jaringan sungai dan jalan sebagai penunjang analisis, sehingga titik prioritas pengendalian vektor dapat dikenali hingga level RW. Melalui informasi lokasi spasial ini, pemerintah desa dan warga diharapkan dapat memfokuskan kegiatan PSN 3M Plus, perbaikan drainase, dan pemantauan genangan pada zona rawan agar intervensi pencegahan lebih tepat sasaran sebelum memasuki periode peningkatan risiko DBD semakin tinggi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































