Yogyakarta – Kegiatan Tryout yang diselenggarakan oleh MAN 1 Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026) di bawah naungan Alnesa Competition berlangsung dengan meriah. Selain menjadi ajang latihan akademik, Tryout ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, salah satunya kunjungan peserta ke stand organisasi yang ada di MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai lingkungan madrasah dan aktivitas murid di luar pembelajaran kelas.
Salah satu stand yang ramai dikunjungi peserta Try Out adalah stand Kelompok Ilmiah Remaja LIBA (KIR LIBA). Di stand ini, Badan Pengurus Harian (BPH) memberikan penjelasan mengenai KIR LIBA, mulai dari tujuan organisasi, kegiatan yang dijalankan, hingga perannya sebagai wadah bagi murid yang tertarik pada dunia keilmuan dan penelitian. BPH juga mengenalkan berbagai prestasi yang telah diraih oleh KIR LIBA sebagai bentuk gambaran aktivitas dan capaian organisasi.
Selain pengenalan organisasi, BPH KIR LIBA turut menjelaskan program kerja yang dijalankan, mulai dari Penerimaan Anggota Baru (PAB) hingga kegiatan Forum Group Discussion (FGD). Melalui penjelasan tersebut, peserta Tryout mendapatkan gambaran bahwa KIR LIBA memiliki kegiatan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, dan melakukan eksperimen sederhana.

Untuk menambah keseruan, stand KIR LIBA juga menyediakan beberapa permainan ringan yang bersifat edukatif. Peserta yang mengikuti permainan dan berani mencoba eksperimen sederhana yang disediakan akan mendapatkan hadiah. Hal ini membuat suasana stand semakin hidup dan menarik perhatian banyak peserta.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Tryout Alnesa Competition tidak hanya dirancang untuk mengukur kesiapan akademik peserta, tetapi juga untuk memperkenalkan budaya ilmiah yang tumbuh di lingkungan madrasah.
“Melalui stand-stand organisasi seperti KIR LIBA, kami ingin menunjukkan bahwa MAN 1 Yogyakarta memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Sains bukan hanya tentang teori di kelas, tetapi tentang keberanian mencoba, meneliti, dan menemukan hal baru,” ungkapnya.
Daya tarik utama stand KIR LIBA terletak pada eksperimen sederhana “Hand Fire” atau api di tangan tanpa terasa panas, yang memanfaatkan busa sabun sebagai pelindung, di mana air dalam busa menyerap panas saat gas butana terbakar. eksperimen ini berhasil menarik minat peserta Tryout, terlihat dari banyaknya peserta yang mencoba langsung eksperimen tersebut. Melalui kegiatan ini, KIR LIBA ingin menunjukkan bahwa sains dapat dipelajari dengan cara yang sederhana, aman, dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu peserta terhadap dunia ilmu pengetahuan. (hly)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































