YOGYAKARTA – Tren berbuka puasa di ruang terbuka mulai menjadi pilihan warga Yogyakarta selama Ramadan. Tasneem Hotel Malioboro menangkap momentum tersebut dengan meluncurkan program iftar bertajuk “Ramadan Ing Kampung Tasneem” yang digelar di area outdoor Gazebo Garden, Rabu (11/2).
Peluncuran program ini dihadiri media, influencer, mitra korporasi, agen perjalanan, hingga sejumlah komunitas. Konsep yang diusung menitikberatkan pada suasana kampung dengan sentuhan dekorasi klasik—elemen kayu, lampu temaram, serta ornamen bernuansa jadul—yang berpadu dengan tata taman terbuka.
Area Gazebo Garden yang selama ini dikenal sebagai salah satu spot favorit hotel disulap menjadi ruang berbuka dengan atmosfer hangat. Tamu dapat menikmati hidangan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara alami, menghadirkan kesan santai di tengah kawasan Malioboro yang padat.

Perwakilan manajemen Tasneem Hotel Malioboro mengatakan konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman emosional, bukan sekadar sajian makan malam.
“Melalui tema ‘Ramadan Ing Kampung Tasneem’, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga menghadirkan rasa rindu kampung halaman, kehangatan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Sajian Nusantara dan Harga Paket
Menu yang ditawarkan didominasi hidangan khas Nusantara. Mulai dari aneka takjil tradisional, jajanan pasar, menu rumahan, hingga sajian utama yang dikurasi untuk membangkitkan nostalgia Ramadan tempo dulu.

Menurut Dimas Aditya, Marcomm Tasneem Hotel, harga paket iftar dipatok Rp140.000 per orang. Sementara promo early bird hingga 20 Februari 2026 dibanderol Rp110.000 per orang.
Harga tersebut dinilai kompetitif untuk kawasan Malioboro, terlebih dengan konsep taman terbuka yang tidak banyak ditawarkan hotel di pusat kota.
Pengunjung: “Berasa Buka di Rumah Sendiri”
Sejumlah tamu yang hadir dalam sesi peluncuran mengaku terkesan dengan atmosfer yang dihadirkan.
Rina Prasetyo (34), warga Sleman, mengatakan suasana outdoor garden memberikan pengalaman berbeda dibandingkan berbuka di restoran tertutup.
“Biasanya buka puasa di hotel itu kesannya formal. Di sini lebih santai, anginnya terasa, dekorasinya bikin ingat suasana kampung. Berasa buka di rumah sendiri,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Fauzi (29), karyawan swasta yang datang bersama rekan kerjanya.
“Dengan harga Rp140 ribu menurut saya cukup sepadan. Menu tradisionalnya lengkap, takjilnya juga variatif. Tempatnya nyaman buat acara kantor atau reuni kecil,” ujarnya.
Peluncuran program berlangsung meriah dengan sesi sambutan, food tasting, hingga hiburan bernuansa klasik yang memperkuat tema kampung halaman. Antusiasme undangan terlihat dari respons positif terhadap konsep berbuka puasa di ruang terbuka.
Dengan lokasi strategis di sekitar Malioboro dan konsep yang mengedepankan nostalgia, Tasneem Hotel Malioboro menargetkan program ini menjadi salah satu opsi berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas selama Ramadan 2026. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































