Garut, 12 Februari 2026 – Suasana berbeda tampak di kelas IV MIS Ar-Raudhotun Nur. Bukan sekadar pelajaran teori, hari itu para siswa mengikuti edukasi dan praktik langsung penggunaan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang dipandu oleh Siti Herdianti, S.Pd. Kegiatan ini menjadi angin segar di tengah mulai jarangnya program dokter kecil dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Dengan penuh semangat, Siti Herdianti memperkenalkan satu per satu peralatan P3K kepada siswa. Mulai dari kasa steril, perban, plester, betadine, gunting medis, hingga sarung tangan sekali pakai. Siti menjelaskan fungsi masing-masing alat serta langkah sederhana yang harus dilakukan ketika menghadapi teman yang terluka ringan. “Anak-anak, kita tidak boleh panik saat melihat teman terluka. Yang pertama harus kita lakukan adalah tetap tenang, lalu membantu sesuai kemampuan kita,” ujar Siti Herdianti dengan sabar di hadapan siswa.
Tidak hanya menjelaskan, Siti juga mengajak siswa mempraktikkan langsung cara membersihkan luka ringan dan membalutnya dengan benar. Siswa terlihat antusias mencoba membalut perban di tangan temannya dengan arahan yang tepat. Suasana kelas berubah menjadi ruang belajar yang hidup, penuh rasa ingin tahu dan kepedulian.

Menurut Siti Herdianti, edukasi ini sangat penting karena keterampilan dasar P3K bisa menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. “Program dokter kecil sekarang sudah jarang terdengar. Padahal, kemampuan dasar seperti ini bisa membantu teman, keluarga, bahkan diri sendiri saat keadaan darurat ringan,” ungkapnya.
Siti juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal keterampilan medis sederhana, tetapi juga tentang pembentukan karakter. “Dengan belajar P3K, anak-anak diajarkan untuk mencintai diri sendiri dengan menjaga keselamatan, serta peduli terhadap sesama. Ini sejalan dengan nilai PANCA CINTA dan program KBC dari Kementerian Agama yang menanamkan kepedulian dan tanggung jawab,” tambahnya.
Apresiasi pun datang dari Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd. Ia menyampaikan kebanggaannya atas inisiatif cerdas yang dilakukan oleh Siti Herdianti. “Saya sangat mengapresiasi langkah Ibu Siti Herdianti. Ini bukan hanya pembelajaran tambahan, tetapi investasi karakter bagi anak-anak kita. Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan tidak berhenti pada satu guru saja,” tegas Insan.

Insan juga menghimbau agar edukasi serupa dapat diintegrasikan dalam program madrasah secara berkelanjutan. “Saya berharap seluruh guru dapat terinspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menyentuh kebutuhan nyata siswa. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi kehidupan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam pembelajaran dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar. Melalui edukasi P3K, siswa kelas IV tidak hanya belajar membalut luka, tetapi juga membangun empati, keberanian, dan rasa tanggung jawab.
Di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, MIS AR-RAUDHOTUN NUR kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik dan bermakna. Madrasah ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga berupaya menguatkan fondasi ilmu pengetahuan, membentuk karakter yang tangguh, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
Melalui berbagai program nyata dan pembelajaran kontekstual, peserta didik dibimbing untuk mencintai dirinya dengan menjaga keselamatan, kesehatan, dan tanggung jawab pribadi. Di saat yang sama, mereka juga diajak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, ringan tangan membantu sesama, serta tumbuh menjadi generasi yang berempati dan berakhlak mulia. Inilah wujud pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menghidupkan hati.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































