Garut, 12 Februari 2026 – Menjelang libur awal Ramadhan yang cukup panjang, MIS Ar-Raudhotun Nur memberikan perhatian khusus terhadap pola penggunaan gawai di kalangan siswa. Melalui edukasi yang disampaikan di kelas III, guru memberikan pembekalan tentang pentingnya menggunakan handphone secara bijak agar terhindar dari pengaruh negatif dan risiko yang membahayakan.
Edukasi tersebut disampaikan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd di hadapan siswa-siswinya sebagai langkah antisipatif selama masa libur. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi merupakan bagian dari kehidupan modern yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, siswa perlu mengenal dan mempelajarinya dengan baik. “Perkembangan teknologi penting untuk dipahami oleh anak-anak sejak dini. Namun dalam penggunaannya harus ada batasan yang jelas, terutama dalam menggunakan handphone,” ungkapnya.
Dalam penyampaiannya, Insan menekankan bahwa gawai dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila digunakan sesuai kebutuhan. Sebaliknya, penggunaan tanpa kontrol dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, hingga terbukanya akses terhadap konten yang tidak sesuai usia. Insan juga mengaitkan edukasi ini dengan nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, sikap berlebih-lebihan tidak dianjurkan, bahkan dalam hal yang pada dasarnya diperbolehkan.

Sebagai ilustrasi, Insan menggambarkan kondisi seseorang yang minum air untuk menghilangkan rasa haus. Air pada dasarnya adalah sumber kehidupan, menyehatkan, dan sangat dibutuhkan tubuh. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan hingga satu galon sekaligus, tubuh justru tidak mampu menerimanya dengan baik. Alih-alih merasakan kesegaran, yang muncul adalah rasa tidak nyaman bahkan sakit. “Air itu baik dan menyehatkan. Tapi kalau diminum berlebihan sampai satu galon sekaligus, bukan sehat yang didapat, melainkan sakit,” jelasnya kepada para siswa.
Melalui analogi sederhana tersebut, Insan menekankan bahwa sesuatu yang baik tetap harus digunakan secara proporsional. “Begitu juga dengan HP. Teknologi itu penting dan bermanfaat, tetapi kalau digunakan tanpa batas, dampaknya bisa tidak baik bagi kesehatan, waktu belajar, bahkan ibadah kalian,” tegasnya.

Insan juga mengingatkan bahwa keseimbangan adalah bagian dari ajaran Islam. “Dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak berlebih-lebihan, meskipun dalam hal yang pada dasarnya baik. Semua harus ada ukurannya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diingatkan agar mengisi waktu libur Ramadhan dengan aktivitas yang lebih bernilai dan produktif. Momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, membantu orang tua di rumah, serta tetap menjaga kebiasaan belajar agar tidak kehilangan semangat akademik. “Gunakan HP seperlunya saja. Jangan sampai waktu Ramadhan habis hanya untuk bermain game atau menonton tanpa manfaat. Jadikan teknologi sebagai alat untuk kebaikan,” pesannya.
Langkah edukatif ini menjadi bagian dari komitmen MIS Ar-Raudhotun Nur dalam membangun kesadaran literasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Pendidikan tidak hanya difokuskan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, serta kemampuan mengendalikan diri di tengah derasnya arus teknologi. Dengan pembekalan tersebut, siswa diharapkan mampu menjalani libur Ramadhan dengan lebih terarah, aman, serta menjadikan teknologi sebagai sarana pendukung kebaikan dan kebermanfaatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































