Padang – Jamaah Masjid Darussalikhin bersama Yayasan Cahaya Akhir Hayat menggelar Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 Hijriah dengan menghadirkan penceramah Buya Dr. H. Japeri, MM. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh pengurus yayasan, pengurus masjid, serta ratusan jamaah yang antusias mendengarkan tausiyah menjelang bulan suci Ramadhan. (Sabtu, 14/02/26).
Sebelum Tabligh Akbar dimulai, acara dibuka dengan momen sakral berupa proses pengucapan dua kalimat syahadat oleh seorang mualaf bernama Tomas. Proses pembimbingan masuk Islam ini dipandu langsung oleh Buya Dr. H. Japeri, MM yang dengan penuh kelembutan menuntun Tomas mengucapkan syahadat dan resmi memeluk agama Islam.
Kehadiran saudara baru ini disambut dengan takbir dan doa dari seluruh jamaah yang hadir.
Turut hadir dalam acara ini Ketua Pembina Yayasan Cahaya Akhir Hayat, H. Syafrial Kani, SH, yang menambah semangat kepada seluruh hadirin. Kehadirannya menunjukkan komitmen yayasan dalam terus membina umat dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin di tengah masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas Yayasan, Ir. H. Khasnora, MT, juga turut hadir mendampingi para pengurus dan jamaah. Seluruh unsur kepengurusan yayasan serta pengurus Masjid Darussalikhin hadir lengkap, mencerminkan keseriusan dalam menyambut bulan Ramadhan dengan persiapan spiritual yang matang.
Dalam ceramahnya, Buya Dr. H. Japeri, MM menegaskan bahwa misi utama Yayasan Cahaya Akhir Hayat adalah menegakkan Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. “Kita harus kembali kepada ajaran Islam yang murni, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Inilah misi besar kita bersama,” ujar Buya Japeri dengan tegas.
Buya Japeri mengajak seluruh jamaah untuk bergembira dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah di mana pintu-pintu neraka ditutup dan umat Islam memiliki kesempatan emas untuk membebaskan diri dari api neraka dan membersihkan diri dari sifat-sifat munafik yang dapat merusak keimanan.
Dalam penjelasan yang menarik, Buya Japeri menyampaikan bahwa meskipun Nabi Musa Alaihissalam adalah satu-satunya nabi yang bisa bercakap langsung dengan Allah SWT, namun kedekatan umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan Allah jauh lebih dekat dibandingkan kedekatan Nabi Musa sekalipun. Hal ini menunjukkan keistimewaan umat Islam sebagai umat pilihan.
Lebih lanjut, Buya Japeri menceritakan bahwa karena keutamaan yang luar biasa dari umat Nabi Muhammad ini, Nabi Musa sendiri memohon kepada Allah agar dicabut nyawanya dan dibangkitkan kembali sebagai bagian dari umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. “Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan kita sebagai umat Nabi Muhammad, maka janganlah kita sia-siakan kesempatan di bulan Ramadhan ini,” tegas Buya Japeri.
Para jamaah yang hadir tampak khusyuk mendengarkan ceramah yang penuh hikmah tersebut. Banyak di antara mereka yang mengangguk-angguk tanda memahami dan mengambil pelajaran dari setiap kata yang disampaikan oleh Buya Japeri. Suasana semakin khidmat ketika Buya Japeri mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbanyak istighfar dan tobat.
Acara Tabligh Akbar ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Yunus, M.Sos, memohon kepada Allah agar seluruh jamaah diberi kemudahan dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan dan diberikan kekuatan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Para hadirin berharap acara seperti ini dapat terus digelar sebagai bekal spiritual dalam menjalani kehidupan beragama yang lebih baik.
By. Muhammad Yunus
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































