Jakarta (15/2) Usai resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD periode 2026-2031, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), langsung memaparkan visi transformatifnya. Bertempat di Kantor PB PERSINAS ASAD, Jakarta, Sabtu (14/2), purnawirawan jenderal bintang satu tersebut menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ke level profesionalisme yang lebih tinggi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, H. Sukur telah menyiapkan “Tiga Pilar Strategis” sebagai fondasi kerja lima tahun ke depan. Ketiga pilar tersebut mencakup Modernisasi dan Pengembangan Organisasi, Prestasi untuk Kemaslahatan Masyarakat, serta Pelestarian Budaya melalui inovasi “Solo Kreatif”.
H. Sukur menekankan bahwa di era yang serba cepat ini, organisasi tidak boleh stagnan. Penataan struktur yang fokus pada bidang-bidang spesifik menjadi prioritas utama agar roda organisasi berjalan lebih efektif dan efisien.
“Organisasi kita tata mulai sekarang dengan bidang-bidang tertentu yang fokus pada pengembangan organisasi itu sendiri. Jika tidak dikembangkan dan tidak mengikuti keadaan saat ini, akhirnya akan tertinggal. Kita jangan sampai seperti itu,” tegas H. Sukur.
Sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa, PERSINAS ASAD terus berinovasi agar pencak silat tetap diminati generasi muda. Salah satu terobosan yang akan diperkuat adalah kategori “Solo Kreatif” yang dinilai relevan dengan gaya hidup remaja masa kini.
“Kategori Solo Kreatif ini banyak diminati oleh kalangan muda-mudi dan remaja kita saat ini. Kita ingin kategori ini berkembang betul, hingga memiliki daya tarik yang kuat seperti perguruan-perguruan lainnya,” jelasnya.
Bagi H. Sukur, prestasi pesilat di gelanggang bukan sekadar soal medali, melainkan marwah yang mengerek reputasi organisasi di mata masyarakat luas. Ia percaya bahwa prestasi individu akan memberikan dampak positif secara kolektif.
“Selain melestarikan budaya, kita harus berprestasi. Karena prestasi itulah yang akan menguntungkan bukan hanya pesilat itu sendiri, tetapi juga buat organisasi dan seluruh masyarakat warga ASAD,” imbuhnya.
Lebih lanjut, keberhasilan seorang pesilat tidak hanya ditentukan oleh teknis di atas matras, tetapi juga aspek gizi dan kesehatan mental. H. Sukur menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara pelatih, atlet, dan orang tua sebagai kunci pembentukan mental juara.
“Psikologi pesilat itu harus diperhatikan. Pendampingan melalui hubungan antar pelatih, rekan, hingga hubungan anak terhadap orang tua harus menjadi perhatian agar semangat mereka tetap terjaga, terutama saat menghadapi masalah atau pertandingan,” urainya.
Ketiga aspek ini diharapkan segera terimplementasi, mengingat tahun depan terdapat agenda besar yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). H. Sukur berharap pesilat PERSINAS ASAD dapat ambil bagian dan menunjukkan taringnya dalam ajang bergengsi tersebut.
Menutup keterangannya, H. Sukur menegaskan bahwa PERSINAS ASAD akan tetap menjaga hubungan linear dan partisipasi penuh terhadap seluruh program yang dicanangkan oleh Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Ia juga mengajak seluruh elemen pencak silat di tanah air untuk terus mempererat tali silaturahim demi kemajuan olahraga Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































