Bantul (MTsN 9 Bantul) – Di tengah persoalan darurat sampah yang masih membayangi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, MTsN 9 Bantul memilih bergerak nyata. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, madrasah yang berlokasi di Jl. Wonocatur No. 446B, Banguntapan, Bantul ini menggelar Aksi Adiwiyata bertajuk “Bergerak Bersama”, Jumat (13/02/2026).
Sejak pagi, ratusan siswa kelas VII turun langsung melakukan gropyok sampah di lingkungan sekitar madrasah. Mereka menyisir jalan dan permukiman warga untuk memungut sampah yang masih tercecer, terutama sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kardus.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, S.Pd., menegaskan bahwa peringatan HPSN bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari pendidikan karakter berbasis aksi.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Di tengah kondisi Jogja yang masih darurat sampah, madrasah harus hadir memberi solusi, meski dari langkah kecil,” ujarnya.
Sampah hasil gropyok tidak berhenti sebagai tumpukan limbah. Melalui program unggulan Trash Coin, sampah tersebut dipilah, ditimbang, dan dicatat sebelum dijual ke pengepul. Hasilnya dimasukkan ke kas kelas masing-masing. Selain berasal dari gropyok lingkungan, siswa juga membawa setoran sampah dari rumah sebagai bentuk sedekah sampah.
Program ini sekaligus mengajarkan siswa bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.
“Anak-anak belajar memilah, menimbang, hingga memahami proses penjualan sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga literasi lingkungan dan finansial,” jelasnya.
Selain gropyok sampah dan Trash Coin, siswa kelas VIII dan IX juga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan madrasah. Area kelas, taman, hingga sudut halaman dibersihkan bersama. Tim OSIM bersama guru pembimbing turut membuat video kampanye diet plastik sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 470 siswa, guru, pegawai, serta mahasiswa PLP UIN Sunan Kalijaga ini menjadi bagian dari komitmen MTsN 9 Bantul sebagai Madrasah Adiwiyata Nasional. Ke depan, madrasah menargetkan gerakan ini tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga menginspirasi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, semangat Bergerak Bersama ini menjadi budaya. Jika anak-anak sudah terbiasa peduli lingkungan sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap bumi,” tandas Siti. (and)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































