19 Februari 2026 – Bengkulu – Suasana religius menyelimuti Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu saat warga binaan pemasyarakatan (WBP) melaksanakan Salat Tarawih perdana Ramadhan 1447 H pada Rabu (19/2) malam. Bertempat di Masjid At-Taubah, ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat baru menyambut bulan suci yang sarat rahmat dan ampunan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian yang rutin digelar pihak rutan guna membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual warga binaan. Sejak menjelang waktu Isya, para WBP telah mempersiapkan diri, mulai dari bersuci hingga mengenakan pakaian yang rapi untuk mengikuti rangkaian ibadah berjamaah.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momen yang tepat untuk memperdalam keimanan dan memperbaiki diri. Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan. “Bulan Ramadan menjadi kesempatan berharga bagi warga binaan untuk merenung, memperkuat iman, dan menata kembali langkah hidup ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Pelaksanaan Tarawih malam pertama dipimpin oleh imam yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil. Lantunan bacaan tersebut menghadirkan suasana syahdu di dalam masjid. Seluruh jamaah mengikuti ibadah secara berurutan, mulai dari Salat Isya, Tarawih, Witir, hingga doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh harap.
Salah seorang warga binaan mengungkapkan rasa syukur karena masih diberi kesempatan menjalankan ibadah Ramadan meski berada di balik jeruji. Ia menilai kegiatan ini menjadi penyemangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Kami merasa lebih tenang dan termotivasi untuk memperbaiki diri,” tuturnya.
Tak hanya Tarawih, Rutan Bengkulu juga menyiapkan sejumlah agenda keagamaan lain selama Ramadan, seperti tadarus Al-Qur’an, tausiyah rutin, serta kegiatan sosial internal guna mempererat kebersamaan. Program-program tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang penuh makna serta mendukung proses pembinaan mental dan spiritual.
Selama kegiatan berlangsung, petugas rutan melakukan pengawasan secara humanis untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Bahkan, sejumlah petugas turut berbaur dalam jamaah, memperlihatkan kebersamaan yang harmonis antara warga binaan dan aparatur.
Dengan dimulainya Tarawih perdana ini, diharapkan seluruh rangkaian ibadah Ramadan di Rutan Bengkulu dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pembinaan. Ramadan menjadi pengingat bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk berubah dan menapaki kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































