Kendal — Universitas Ivet Semarang secara resmi melaksanakan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode X Tahun 2026 yang berlokasi di Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Kamis, 12 Februari 2026. Penarikan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan KKN yang telah berlangsung selama satu setengah bulan, terhitung sejak 8 Januari hingga 12 Februari 2026, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Circular Economy untuk Mendukung SDGs dan Mewujudkan Kampus Berdampak.”
Kegiatan penarikan dilaksanakan di balai desa setempat dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat Desa Tampingan, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Kendal 01 Universitas Ivet. Suasana acara berlangsung tertib, sederhana, dan sarat dengan nuansa kekeluargaan. Meskipun menjadi momen perpisahan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama atas proses pengabdian yang telah dijalani mahasiswa selama berada di tengah-tengah masyarakat desa.
Perangkat Desa Tampingan dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN Universitas Ivet Semarang. Menurut mereka, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan program desa, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat, khususnya dalam hal kepedulian terhadap lingkungan dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Program-program yang dijalankan dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan pemahaman baru, terutama terkait pengelolaan sampah berbasis daur ulang serta pemanfaatan barang bekas yang bernilai guna.
Selama masa KKN, mahasiswa Universitas Ivet Semarang aktif melaksanakan berbagai program kerja yang dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan. Beberapa kegiatan unggulan meliputi edukasi lingkungan hidup, pengelolaan sampah dengan pendekatan circular economy, pembuatan sarana pemilahan sampah, hingga pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bernilai ekonomis. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendampingan digitalisasi pemasaran produk UMKM desa, seperti membantu pembuatan konten promosi, pemetaan lokasi usaha, serta pengenalan media digital sebagai sarana pemasaran yang lebih luas.
Tidak hanya fokus pada program tematik, mahasiswa KKN juga turut terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mereka membantu pelaksanaan agenda desa, mengikuti kegiatan keagamaan, kerja bakti, serta menjalin komunikasi yang intens dengan warga. Kedekatan ini menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan dan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan dapat diterima serta didukung oleh masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui KKN, mahasiswa belajar memahami realitas sosial secara langsung, melatih kepekaan sosial, serta mengasah kemampuan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. DPL juga berharap pengalaman yang diperoleh selama KKN dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja di masa mendatang.
Lebih lanjut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan harapannya agar hubungan baik dan sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Desa Tampingan dapat terus berlanjut. Kerja sama yang telah dibangun selama KKN diharapkan menjadi awal bagi kolaborasi pada program-program pemberdayaan masyarakat berikutnya yang berkelanjutan.
Melalui momentum penarikan mahasiswa KKN ini, Universitas Ivet Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. KKN di Desa Tampingan diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dengan berakhirnya masa KKN, besar harapan agar program-program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat desa secara mandiri, sehingga manfaatnya tetap berkelanjutan dan mampu mendukung pembangunan desa ke arah yang lebih baik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































