Yogyakarta — Tren berbuka puasa bersama di hotel terus berkembang setiap Ramadan. Tahun ini, dua hotel di pusat Kota Yogyakarta, KHAS Malioboro Hotel dan KHAS Tugu Hotel, menghadirkan konsep berbeda dengan mengusung tema “BukBer Djadoel 80’s”, menggabungkan pengalaman kuliner dengan nuansa nostalgia era 1980-an.
Program berbuka puasa ini digelar setiap hari selama Ramadan di Tilamsari Café, mulai pukul 17.30 WIB. Tidak sekadar menawarkan hidangan, konsep yang dihadirkan mencoba membawa tamu merasakan atmosfer masa lalu melalui dekorasi retro dan iringan musik langsung yang identik dengan era tersebut.
Cluster General Manager KHAS Malioboro dan KHAS Tugu, R. Sigit Pramana, mengatakan konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbuka yang berbeda dibandingkan paket iftar pada umumnya.
“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar tempat berbuka puasa. Lewat tema ‘Djadoel 80’s’, kami ingin menciptakan ruang bernostalgia di mana kelezatan masakan Nusantara bertemu dengan suasana masa lalu yang ikonik,” ujarnya.

Fokus pada Kuliner Tradisional Indonesia
Berbeda dengan sebagian paket buka puasa hotel yang memadukan menu Timur Tengah atau Barat, program ini justru menitikberatkan pada sajian khas Indonesia tempo dulu.
Cluster Marcom Manager KHAS Malioboro dan KHAS Tugu, Yopi Adhi Putranto, menegaskan pilihan tersebut merupakan bagian dari upaya mengangkat identitas kuliner lokal.

“Menu Timur Tengah dan Western tidak kami hadirkan, karena memang kami ingin menonjolkan yang khas Indonesia tempo dulu,” kata dia.
Menu yang disajikan mencakup beragam hidangan tradisional, mulai dari aneka sate, gorengan, hingga jajanan manis seperti crepes dan es khas Nusantara. Selain itu, tersedia live cooking station yang memungkinkan tamu menikmati hidangan yang dimasak langsung di tempat.
Harga Terjangkau, Bidik Segmen Komunitas
Paket berbuka puasa ini ditawarkan dengan harga Rp99.000 nett per orang. Harga tersebut tergolong kompetitif di tengah menjamurnya paket iftar hotel di Yogyakarta yang menyasar segmen keluarga, komunitas, maupun pekerja kantoran.
Selain itu, tersedia pula promo “Beli 10 Gratis 11” yang dinilai relevan dengan tradisi buka bersama dalam kelompok besar selama Ramadan.
Tidak hanya itu, pihak hotel juga menyediakan undian hadiah utama berupa paket menginap di Bali dan Lombok bagi para tamu yang mengikuti program berbuka puasa tersebut.
Ramadan dan Tren Nostalgia
Pengamat pariwisata menilai, konsep nostalgia menjadi salah satu strategi yang kini banyak digunakan industri perhotelan untuk menarik minat masyarakat, terutama di kota destinasi wisata seperti Yogyakarta.
Selain faktor harga, pengalaman tematik dinilai menjadi daya tarik tambahan yang membuat acara berbuka puasa tidak sekadar menjadi aktivitas makan bersama, tetapi juga pengalaman sosial dan emosional.
Dengan lokasi yang berada di kawasan pusat kota dan dekat dengan destinasi wisata utama, konsep berbuka puasa bernuansa “jadul” ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin merasakan suasana berbeda selama Ramadan. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































