LAMONGAN – Gemerlap medali di IPSI Cup Lamongan 2026 baru saja usai, namun semangat kebersamaan keluarga besar SanTung Fighter tidak lantas padam. Kontingen yang identik dengan kultur Satria Tunggal ini justru memilih momen kemenangan sebagai ajang untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Dalam liputan eksklusif kali ini, redaksi berkesempatan menyaksikan langsung aksi sosial para atlit dan official yang menggelar buka bersama serta pembagian takjil di beberapa titik di Lamongan.
Manajer tim SanTung Fighter, Zammiah Wicahyo yang akrab disapa Yayok, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian penutup dari perjuangan panjang mereka di ajang IPSI Cup. “Alhamdulillah, pertandingan telah usai. Sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian kami, kami ingin berbagi dengan masyarakat sekitar. Ini adalah cara kami mengajarkan kepada para atlit bahwa kemenangan sejati adalah ketika kita bisa bermanfaat untuk orang lain,” ujar Yayok saat ditemui di sela-sela pembagian takjil.

Syukur Atas 9 Emas, Berbagi dengan Sesama
Adalah sebuah pemandangan yang mengharukan ketika para atlit muda berbondong-bondong turun ke jalan usai bertanding. Dengan mengenakan pakaian santun khas Ramadhan, mereka membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan, tukang becak, dan warga kurang mampu yang melintas.
Kegiatan sosial ini terasa semakin bermakna mengingat perjuangan mereka di arena beberapa hari sebelumnya. SanTung Fighter yang mengirimkan 21 kategori berhasil memboyong 9 medali emas, 9 medali perak, dan 3 medali perunggu. Prestasi ini diganjar dengan gelar Juara Umum 3 untuk Kategori Pra-Remaja, sebuah pencapaian membanggakan yang semakin manis ketika dirayakan dengan berbagi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa atlit SanTung Fighter tidak hanya jago di atas arena, tetapi juga rendah hati dan peduli dengan lingkungan. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang kami tanamkan,” timpal Moch Zacky Rifaldy, salah satu official tim yang turut serta dalam pembagian takjil.
Kemandirian yang Membuahkan Berkah
Yang membuat aksi sosial ini begitu spesial adalah sumber dananya. Sebagaimana perjuangan mereka di IPSI Cup yang didanai secara mandiri dari individu masing-masing atlit dan sumbangan tim official, kegiatan berbagi takjil ini pun digelar dengan semangat gotong royong yang sama.
Fajar Syah Akbar Mahendra Saputra (Balun), official lainnya, menambahkan bahwa justru dengan kemandirian inilah kebersamaan tim semakin terasa. “Kami biasa berjuang dengan apa yang ada. Justru dari situlah kami belajar ikhlas. Alhamdulillah, rezeki untuk berbagi selalu ada. Semoga apa yang kami lakukan hari ini menjadi berkah untuk para atlit dan seluruh keluarga besar Satria Tunggal Lamongan,” tuturnya.
Menutup Rangkaian Kegiatan dengan Kebajikan
Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan dan ditutup oleh kegiatan sosial ini, SanTung Fighter meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Lamongan. Mereka tidak hanya dikenang sebagai tim yang membawa pulang puluhan medali, tetapi juga sebagai kontingen yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman di bulan suci.
Melalui kegiatan ini, nama baik Satria Tunggal Lamongan pun terangkat. Identitas yang mungkin tidak bisa disebut di papan skor, justru bersinar terang melalui akhlak mulia para atlit dan officialnya. SanTung Fighter telah membuktikan bahwa prestasi dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan, menjadikan mereka juara sesungguhnya di mata masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































