Dalam islam sangat ditekankan akan hubungan yang baik dengan Allah Swt sebagai Tuhan semesta alam, mulai dari melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan setiap apa yang dilarang oleh Nya. Berhubungan baik dengan Allah sering disebut dengan istilah Habluminallah. Tak heran apabila manusia sering kali mengesampingkan kewajibannya kepada manusia dengan dalih lebih mementingkan apa yang Allah Swt perintahkan.
Padahal seperti yang kita tahu bahwasannya Allah Swt juga turut memerintahkan hambanya untuk senantiasa tolong menolong, berbuat kebaikan, dan menghindari melakukan keburukan kepada orang lain. Selain menjalin hubungan yang baik dengan Allah Swt, tentunya sebagai manusia harus berbuat baik juga kepada manusia yang lain.
Bahkan Allah Swt mengatakan ancaman bagi sesiapa yang melakukan keburukan kepada manusia lain, sebagai contoh pada surah Al-Maun ayat 1-7 yang menjelaskan tentang ciri-ciri pendusta agama: menghardik anak yatim, enggan memberi makan orang miskin, lalai dalam salat, riya, dan kikir. Surat ini menegaskan bahwa iman harus diwujudkan dalam aksi sosial dan keikhlasan, serta mengancam celaka bagi mereka yang mengabaikan hak sesama dan menyepelekan salat.
Hubungan yang baik dengan segala bentuk ciptaan-Nya tidak membuat kita jauh dari rahmat-Nya, justru kedekatan yang dijalin inilah menciptakan lingkungan yang nyaman untuk orang lain. Hubungan baik dengan manusia lain sering kita sebut dengan istilah “Hablumminannas”
Sedekah menjadi salah satu contoh menjalin hubungan yang baik antar manusia. Banyak macam dapat dikatakan “sedekah” bahkan disebutkan bahwa hanya sekedar menebar senyum sudah dapat dikatakan sebagai sedekah. Dengan senyum yang ditebar mampu mendatangkan energi positif baik untuk diri sendiri maupun bagi sesiapa yang dijumpai.
Tak hanya itu, banyak hal dapat dikatakan sedekah, mulai dari pemberian harta, tenaga, bahkan pikiran secara sukarela kepada mereka yang membutuhkan, hal ini dilakukan dengan tujuan menyucikan jiwa, melipatgandakan pahala, menghapus dosa, serta membawa keberkahan serta ketenangan hati yang melakukan.
Banyak poin penting yang ada pada sedekah, diantaranya:
– Bentuk Sedekah: Tidak terbatas pada uang, tetapi bisa berupa tenaga, ilmu, senyuman, menyingkirkan bahaya di jalan, hingga sedekah jariyah (pembangunan masjid, wakaf buku).
– Keutamaan: Sedekah tidak mengurangi harta, justru melapangkan rezeki, menghapus dosa, dan memberi perlindungan di hari kiamat
– Waktu Utama: Sedekah sangat dianjurkan saat lapang maupun sempit, serta memiliki keutamaan khusus di bulan Ramadan.
– Penerima: Bisa diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, orang sakit, musafir, atau pihak yang membutuhkan
Maka dari itu, bersedekah tidak harus menunggu rasa ada, tetapi menunggu siapa yang terbuka untuk menyisihkan apa yang dipunya.
Penulis: Javanda Afdesyia Harlic (XI PK2)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































