Perkembangan teknologi mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah penggunaan blockchain dalam penerbitan ijazah, seperti yang dilakukan oleh Universitas Dian Nuswantoro. Dengan sistem ini, ijazah tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga tersimpan secara digital dan lebih sulit dipalsukan.
Dari segi manfaat, teknologi ini dapat menjadi solusi atas masalah pemalsuan ijazah serta mempercepat proses verifikasi yang selama ini cenderung rumit. Selain itu, sistem yang lebih transparan juga dapat meningkatkan kepercayaan, terutama dalam konteks global, seperti melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri.
Namun, penerapannya masih menghadapi beberapa tantangan. Tidak semua perguruan tinggi memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung teknologi ini. Di sisi lain, literasi digital masyarakat juga belum merata, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan dalam penggunaannya. Aspek keamanan data pun tetap perlu diperhatikan agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Dengan demikian, ijazah berbasis blockchain merupakan inovasi yang menjanjikan, tetapi penerapannya perlu dilakukan secara bertahap dan disertai kesiapan yang matang. Tanpa hal tersebut, inovasi ini berisiko menimbulkan kesenjangan baru dalam dunia pendidikan.
Referensi :
Grech, A., & Camilleri, A. F. (2017). Blockchain in Education. Luxembourg: Publications Office of the European Union.
Universitas Dian Nuswantoro. (2026). Penerapan ijazah berbasis blockchain di Indonesia.
Detik.com. (2026). UDINUS gunakan ijazah blockchain bagi lulusannya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































