Kabar membanggakan datang dari murid MAN 1 Yogyakarta. Salah satu murid terbaiknya, Nizar Athmar Arqam, berhasil menorehkan prestasi dengan diterima di jurusan Akuntansi UIN Sunan Kalijaga melalui jalur SPAN PTKIN.
Nizar bukanlah murid biasa. Ia merupakan salah satu murid pilihan yang berhasil lolos dan bergabung dalam program unggulan Kementerian Agama, yakni MAN Program Keagamaan (MAN PK) MAN 1 Yogyakarta sebuah program yang dikenal ketat dalam seleksi dan pembinaan akademik maupun karakter.
Keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Sejak kecil, Nizar telah ditempa oleh pengalaman sederhana namun bermakna. Ia sering mengikuti sang ayah berniaga, sebuah proses yang tanpa disadari membentuk kecintaannya pada dunia hitung-menghitung dan analisis. Dari aktivitas itulah, benih ketertarikan terhadap akuntansi mulai tumbuh dan terus ia asah hingga bangku Madrasah Aliyah.
“Dari kecil saya sudah terbiasa melihat proses jual beli. Itu membuat saya tertarik untuk memahami angka dan perhitungan lebih dalam,” ungkap Nizar.
Namun, perjalanan Nizar tidak selalu mudah. Di balik rutinitas belajar yang padat, ia juga aktif sebagai Ketua Pengelola Laundry Alfazz di asrama MAN PK. Tanggung jawab itu bukan sekadar jabatan, tetapi ruang belajar nyata yang menguji ketelitian, kejujuran, dan manajemen keuangan.
Di saat murid lain beristirahat, Nizar kerap terlihat mencatat pemasukan dan pengeluaran laundry, memastikan setiap transaksi tercatat rapi. Pernah suatu ketika, ia harus begadang hingga larut malam karena selisih pencatatan yang tak kunjung ditemukan. Dengan mata lelah namun tekad yang kuat, ia terus menelusuri angka demi angka, hingga akhirnya menemukan kesalahan kecil yang nyaris terlewat. Dari situlah ia belajar bahwa akuntansi bukan hanya soal angka, tetapi tentang tanggung jawab dan integritas.
Minat tersebut tidak berhenti sebagai sekadar ketertarikan. Nizar terus mengembangkan kemampuannya melalui pembelajaran yang konsisten, baik di dalam maupun di luar kelas. Baginya, belajar bukan hanya kewajiban di sekolah, tetapi kebutuhan yang harus diupayakan setiap waktu.
“Jangan menunggu waktu luang, tapi luangkan waktu untuk belajar,” pesannya, sederhana namun penuh makna.
Selain usaha akademik, Nizar juga menekankan pentingnya kekuatan spiritual dalam perjalanan meraih cita-cita. Ia meyakini bahwa keberhasilan tidak lepas dari ketaatan kepada Allah serta doa dan restu orang tua.
“Sertailah belajar dengan taat kepada Allah, karena sejatinya segala hal bersumber dari-Nya. Dan jangan lupa berbakti kepada orang tua,” tuturnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edy Triyanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras, disiplin, dan doa. Semoga menjadi inspirasi bagi murid lainnya,” ujarnya singkat.
Keberhasilan Nizar menjadi bukti bahwa konsistensi, ketekunan, serta keseimbangan antara usaha dan doa mampu mengantarkan seseorang pada gerbang kesuksesan. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi murid lain untuk terus berjuang meraih mimpi, tanpa melupakan nilai-nilai spiritual dan bakti kepada orang tua. (H.A)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































