Guru Membumi dan Menyuburkan: Rekoleksi dan Misa Pembukaan Tahun Ajaran Baru di Paroki Pacar
Pacar, Manggarai Barat — Selasa, 9 Agustus 2025 menjadi hari penuh makna bagi dunia pendidikan di wilayah Paroki Pacar. Semua guru dari berbagai sekolah yang bernaung di paroki ini berkumpul dalam sebuah momentum berharga: rekoleksi dan misa pembukaan tahun pelajaran 2025/2026.
Tema yang diangkat, “Guru yang Membumi dan Menyuburkan”, mengalir seperti sungai yang memberi kehidupan. Tema ini bukan hanya hiasan kata, tetapi panggilan reflektif bagi seluruh pendidik. Guru diajak untuk tetap membumi—rendah hati, berpijak pada realitas, dekat dengan murid-murid—dan sekaligus menyuburkan, yakni menumbuhkan harapan, semangat, serta nilai kehidupan di tengah arus perubahan zaman.
Dalam rekoleksi itu ditegaskan, bahwa yang terpenting adalah guru tidak menjadi beban negara. Guru sejati adalah mereka yang bekerja dengan integritas, bukan sekadar mengejar status atau kenyamanan. Tantangan zaman baru memang berat—era digital, derasnya globalisasi, serta perubahan nilai moral yang begitu cepat. Tetapi guru harus tetap hadir sebagai penjaga, penuntun, dan teladan. Guru tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga menyalakan api semangat hidup dan karakter yang kuat bagi anak-anak didik.
Puncak kegiatan ditandai dengan misa pembukaan tahun pelajaran baru, dipimpin langsung oleh RD. Ivan Soleman, Pr., didampingi pastor paroki dari Keuskupan Labuan Bajo. Dalam homilinya, RD. Ivan menekankan bahwa guru adalah rahmat bagi bangsa: “Menjadi guru berarti mengemban tugas suci. Guru tidak boleh menjadi beban, tetapi harus menjadi berkat yang membumi dalam pelayanan dan menyuburkan dalam kasih.”
Selesai misa, seluruh guru menikmati jamuan makan malam bersama. Suasana hangat penuh canda dan tawa mencairkan kepenatan. Hidangan sederhana yang disuguhkan menjadi tanda kasih dan persaudaraan yang mempersatukan semua yang hadir.
Di sela jamuan, seorang guru, Bapak Fian Manggut, melontarkan komentar ringan yang membuat semua tertawa: “Yang penting soal integritas kita dalam kegiatan ini, asalkan jangan sampai kita menjadi beban paroki dalam suguhan makan dan minuman.” Ucapan itu bukan hanya lucu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa integritas harus dijaga dalam setiap kesempatan, bahkan dalam kebersamaan yang penuh sukacita.
Kegiatan malam itu ditutup dengan doa syukur. Semua guru pulang dengan hati yang penuh semangat dan tekad baru. Mereka sadar bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menyalakan kehidupan. Bukan menjadi beban, melainkan menjadi rahmat.
Paroki Pacar malam itu menjadi saksi bisu: guru yang membumi dan menyuburkan adalah fondasi masa depan. Dari tangan dan hati merekalah, lahir tunas-tunas bangsa yang akan tumbuh, berakar, dan menghasilkan buah bagi mamsyarakat seluruh indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































