Diet ketat sering kali terasa menyiksa. Harus menghitung kalori, menahan lapar, dan kadang berujung pada rasa frustrasi. Tapi tahukah kamu bahwa ada satu zat gizi sederhana yang bisa membantu menurunkan berat badan tanpa perlu diet ekstrem? Pernah dengar istilah “serat membakar lemak”? Faktanya, serat tidak benar-benar membakar lemak seperti olahraga atau diet ketat. Tapi jangan salah jenis serat tertentu, terutama serat larut, punya peran besar dalam membantu tubuh mengatur berat badan secara alami dan sehat.Serat bukan hanya soal “lancar BAB”, tapi punya peran penting dalam mengatur rasa kenyang, metabolisme, dan bahkan hormon. Serat dibagi menjadi dua bagaian, yakni serat kasar dan serat pangan.
Serat pangan adalah komponen tumbuhan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, namun tetap memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan, terutama sistem pencernaan. Di dalamnya terdapat serat kasar, yaitu bagian paling keras dan tidak larut, biasanya berasal dari kulit biji, batang, atau bagian luar tumbuhan. Serat kasar hanya mencakup sebagian kecil dari total serat pangan, namun tetap berfungsi sebagai “sapu alami” yang membantu melancarkan buang air besar.
Di sisi lain, serat larut memiliki manfaat yang lebih kompleks. Ketika masuk ke saluran cerna, serat larut membentuk gel yang memperlambat pengosongan lambung, membuat kita kenyang lebih lama, dan membantu mengontrol nafsu makan. Selain itu, serat larut memperlambat penyerapan gula, menjaga kadar insulin tetap stabil, dan berkontribusi dalam mencegah penumpukan lemak tubuh. Beberapa jenis serat larut bahkan terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dan mendukung kesehatan jantung, menjadikannya komponen penting dalam pola makan sehat dan strategi penurunan berat badan yang berkelanjutan.
Serat pangan memang tidak secara langsung “membakar lemak,” tapi berperan besar dalam mengatur rasa kenyang, metabolisme, dan kontrol kalori semuanya berkontribusi pada penurunan berat badan tanpa perlu diet ekstrem. Menurut kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) Serat larut seperti pektin dan hemiselulosa bisa menyerap air dan membentuk gel di saluran cerna, sehingga makanan dicerna lebih lama dan membuat kita kenyang lebih lama. Ini membantu mengurangi nafsu makan.
Sementara itu, makanan tinggi serat kasar biasanya rendah kalori, gula, dan lemak, sehingga dapat membantu mencegah obesitas. Serat larut bekerja seperti spons di dalam tubuh. Saat masuk ke saluran pencernaan, ia menyerap air dan membentuk gel lembut yang memperlambat proses pencernaan. Hasilnya? Kita merasa kenyang lebih lama, makan lebih sedikit, dan gula darah tetap stabil. Efek ini sangat membantu dalam mengontrol kalori harian tanpa harus menyiksa diri dengan diet ekstrem.
Menurut laman Halodoc, serat larut seperti beta-glukan dan glukomanan bahkan bisa memengaruhi metabolisme tubuh secara signifikan. Artinya, bukan cuma soal kenyang, tapi juga soal bagaimana tubuh mengolah energi dan menyimpan lemak. Studi menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi serat larut bisa menurunkan risiko penumpukan lemak di perut area yang paling sering jadi masalah saat diet.
Selain untuk membantu program diet, serat memiliki peran penting yang diperlukan bagi tubuh. Studi menemukan bahwa rata-rata konsumsi serat masyarakat Indonesia hanya sekitar 9,9–10,7 gram/hari, jauh di bawah rekomendasi 30 gram/hari. Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar orang dewasa mengonsumsi serat sebanyak 25 hingga 30 gram setiap hari. Serat dapat diperoleh dari makanan seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Perubahan pola makan modern (tinggi lemak, rendah serat) berkontribusi pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker kolon. Sehingga selain membantu dalam program diet kamu, serat memang memiliki peran penting bagi tubuh.
Tak perlu repot mencari bahan mahal. Serat bisa ditemukan dalam makanan lokal seperti pepay, pisang kepok, tempe, tahu, sayur urap, dan nasi merah. Bahkan lalapan sederhana seperti daun kemangi dan selada mengandung serat yang bermanfaat. Kuncinya adalah memilih makanan utuh dan minim olahan. Meski bermanfaat, konsumsi serat harus dilakukan secara bertahap. Terlalu banyak serat sekaligus bisa menyebabkan perut kembung atau sembelit. Pastikan juga minum cukup air, karena serat menyerap cairan di saluran cerna. Mulailah dengan menambahkan satu jenis sayur atau buah berserat di setiap waktu makan.
Menurunkan berat badan tak harus menyiksa. Dengan menambahkan serat ke dalam pola makan harian, kamu bisa merasa kenyang lebih lama, mengurangi ngemil, dan menjaga metabolisme tetap stabil. Mulailah dari yang sederhana karena perubahan kecil yang konsisten bisa membawa hasil besar. Serat larut mungkin tidak sepopuler protein atau vitamin, tapi ia adalah “pemain pendiam” yang bekerja di balik layar untuk menjaga tubuh tetap sehat dan ideal. Jadi, kalau kamu ingin diet yang masuk akal, menyenangkan, dan berkelanjutan mulailah dari serat. Karna kurus juga harus sehat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































