Aktivitas anak-anak muara angke di pagi hari pada saat air laut sudah mulai pasang dengan memperlihatkan ekpresi ekpresi lucu mereka dan kegembiraan mereka saat bermain air. Dengan kegembiraan mereka muara angke menjadi sangat hidup dengan tawa canda mereka.
Bermain di sepesisir laut muara angke membuat anak anak di muara angke memiliki lebih bahagia dengan kondisi yang sekarang mereka alami sekarang, karena mereka adalah sebuah permata bagi orang tua mereka atau pun orang tua-orang tua di muara angke. Tanpa tawa canda mereka mungkin Muara Angke sudah kehilangan suara suara yang menjadi ciri khas nya dengan suara canda tawa anak-anak di sana, dengan adanya mereka para orang tua yang sedang bekerja di sana menjadi terhibur dengan adanya mereka karena di saat suara canda tawa mereka hilang para orang tua yang sedang bekerja di sana merasa sangat kesepian walaupun terkadang mereka juga sering buat kesal para nelayan di sana dengan ke usilan kecil mereka yang terkadang membuat para nelayan nelayan di sana menjadi kesel dan sedikit marah terhadap mereka.
Di belakang mereka, deretan rumah panggung berdiri di atas tiang-tiang kayu, sebagian sudah dipoles warna baru, sebagian lain dibiarkan apa adanya. Di dinding rumah, terpasang nomor dan lambang pemerintah, mungkin tanda bahwa rumah-rumah itu adalah bagian dari permukiman nelayan binaan. Tangki air oranye besar di atap rumah menjadi saksi bisu rutinitas warga yang menggantungkan hidup pada laut dan segala hasilnya. Di bawah rumah, perahu-perahu kecil berjejer rapi, menandakan bahwa kehidupan di sini berputar di sekitar air—air yang memberi makan, menghibur, sekaligus menguji ketangguhan mereka setiap hari.
Meskipun lingkungan sekitar tampak sederhana, semangat anak-anak itu begitu besar. Mereka seolah melupakan panas matahari dan kerasnya hidup pesisir. Dunia mereka adalah air, kayu, dan tawa. Mereka melompat bukan sekadar untuk bermain, tapi untuk merayakan hidup—menikmati setiap detik kebebasan sebelum waktu memaksa mereka tumbuh dan memikul tanggung jawab yang lebih berat. Dalam lompatan itu, tersimpan keceriaan masa kecil yang universal; momen yang bisa terjadi di mana saja, tetapi memiliki keindahan yang khas di setiap tempat.
Melihat gambar ini yang menangkap lebih dari sekadar dua anak yang bermain. Ia adalah potret tentang kehidupan, tentang kebahagiaan yang tidak diukur dari harta, tetapi dari rasa syukur. Di tengah kehidupan keras para nelayan, anak-anak ini menjadi pengingat bahwa manusia tetap bisa tersenyum, meskipun hidup tidak selalu mudah. Wajah mereka yang penuh tawa seolah menjadi cahaya kecil yang menerangi hari-hari para orang tua yang berjuang di laut setiap pagi.
Narasi visual ini mengajarkan kita sesuatu yang sederhana namun mendalam: bahwa kebahagiaan sejati sering kali lahir dari hal-hal kecil yang kita abaikan. Laut, perahu tua, dan tawa anak-anak bisa menjadi simbol tentang harapan yang tak pernah padam, tentang semangat hidup yang terus menyala di tengah keterbatasan. Foto ini bukan hanya potret dua anak yang sedang bermain air, melainkan kisah tentang keteguhan dan keindahan hidup di pesisir Nusantara—kisah yang mengingatkan kita bahwa di balik ombak yang terus bergulung, selalu ada kehidupan yang berdenyut penuh warna.
Inilah mengapa Muara Angke selalu bersinar, yang di maksud bersinar iyalah mereka anak-anak yang selalu mengisi suasana di Muara Angke dengan tawa canda mereka yang dapat kita dengar. Kita sebagai orang yang sudah berumur ataupun yang sudah tua atau pun remaja ketika melihat mereka bermai di bibir laut rasanya sangat damai ketika mendengar canda tawa yang mereka lontarkan ke pengunjung yang datang untuk hanya sedang berkunjung ataupun ada pekerjaan mereka yang mengharuskan ke Muara Angke.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































