Malaysia – Dalam momen yang penuh makna dan emosional, Ketua STAI Madrasah Arabiyah Bayang, Zidni Ilman Nafi’an, S.H.I., MA, diberikan kehormatan untuk menyampaikan sambutan mewakili ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari empat kampus pada acara penutupan program student mobility di University College of Yayasan Pahang (UCYP), Malaysia. Sambutan yang disampaikan dengan penuh ketulusan dan dihiasi pantun pembuka ini mencerminkan rasa syukur yang mendalam atas kerja sama yang telah terjalin antara PTKIS Sumatera Barat dengan UCYP Malaysia. “Berjalan jauh meniti asa, menyeberang laut menjunjung ilmu; hari ini kita bersua di meja rasa, menyulam ukhuwah dalam satu kalbu,” ungkap Zidni Ilman Nafi’an membuka sambutannya yang menyentuh hati seluruh hadirin. (Sabtu, 01/11/25).
Dalam sambutannya yang sangat berkesan, Zidni Ilman Nafi’an menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pihak UCYP Malaysia yang telah membuka pintu, memberikan ruang, dan menanamkan kepercayaan kepada mahasiswa-mahasiswa dari PTKIS Sumatera Barat untuk menimba ilmu di kampus yang luar biasa tersebut. Beliau menegaskan bahwa apa yang diperoleh mahasiswa di UCYP bukan hanya sekadar ilmu di ruang kuliah, tetapi juga ilmu kehidupan tentang kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan makna kebersamaan lintas bangsa dan budaya. “Mereka belajar bahwa ilmu tidak mengenal batas negeri, karena ilmu adalah bahasa universal yang menyatukan umat manusia,” papar beliau dengan penuh penghayatan.
Dengan gaya bahasa yang indah dan penuh metafora, Ketua STAI MA Bayang mengibaratkan kerja sama yang telah terjalin sebagai dua sungai yang mengalir dari arah berbeda, kini bertemu di muara yang sama—muara cita-cita, muara ilmu, dan muara kemanusiaan. Beliau meyakini bahwa kerja sama ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak baru yang lebih terang dan bermakna. Pernyataan ini disambut antusias oleh seluruh peserta acara yang merasakan kedalaman makna dari setiap kata yang diucapkan.
Salah satu poin penting yang disampaikan Zidni Ilman Nafi’an dalam sambutannya adalah komitmen untuk melanjutkan sinergi ini dalam bentuk program-program strategis ke depan. Beliau menyampaikan mimpi besar untuk mewujudkan program “Dual Degree” di mana mahasiswa belajar dua tahun di STAI di Indonesia dan dua tahun berikutnya di UCYP Malaysia. “Mari kita gapai bersama mimpi itu, dengan keyakinan bahwa tidak ada jarak yang jauh bila hati kita saling menyatu dalam niat suci,” ajak beliau dengan penuh semangat, membuka peluang kolaborasi yang lebih strategis dan berkelanjutan antara kedua institusi pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Zidni Ilman Nafi’an juga menyampaikan undangan penuh cinta kepada keluarga besar UCYP para dosen, staf, dan mahasiswa untuk datang ke Sumatera Barat, khususnya ke Kabupaten Pesisir Selatan yang beliau sebut dengan penuh bangga sebagai “Negeri Sejuta Pesona.” Dengan sangat apresiatif, beliau mengenalkan keindahan alam Pesisir Selatan seperti Pulau Mandeh yang berbisik dengan ombaknya, Pantai Carocok yang menyapa dengan lembutnya, dan Jembatan Akar yang menjadi saksi ikatan alam dan manusia. Undangan ini bukan sekadar protokoler, tetapi ajakan tulus untuk menjalin pertukaran budaya dan ilmu dari dua arah.
Dengan kerendahan hati yang luar biasa, Ketua STAI MA Bayang juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan program magang ini. “Dalam perjalanan kegiatan ini, mungkin ada kekurangan dari penyelenggaraan, atau sikap dari anak-anak kami yang belum sempurna. Atas segala kekurangan itu, dengan kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya dengan tulus. Sikap ini mencerminkan akhlak mulia dan etika yang tinggi dalam menjalin kerja sama antar institusi pendidikan tinggi.
Kepada para mahasiswa peserta magang, Zidni Ilman Nafi’an menyampaikan ucapan selamat yang hangat dan motivasi yang menginspirasi. Beliau menyatakan bahwa mahasiswa telah mengukir sejarah kecil dalam perjalanan besar hidup mereka dan telah belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari kehidupan itu sendiri. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan keluarga besar UCYP, karena silaturahmi adalah jembatan yang memperpanjang umur dan memperluas rezeki ilmu. “Kami doakan semoga suatu saat nanti kalian berkesempatan untuk melanjutkan studi magister di UCYP, kampus yang bukan hanya indah bangunannya, tetapi indah pula semangatnya,” doa beliau dengan penuh harap.
Sambutan yang disampaikan Zidni Ilman Nafi’an ditutup dengan pantun penutup yang sangat mengena di hati: “Jika ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi; jika ada umur yang panjang, Insya Allah kita bersua lagi.” Pantun ini bukan hanya hiasan kata, tetapi cerminan dari harapan mendalam untuk terus menjaga dan mengembangkan hubungan baik antara PTKIS Sumatera Barat dengan UCYP Malaysia dalam jangka panjang. Seluruh hadirin memberikan tepuk tangan meriah sebagai apresiasi atas sambutan yang sangat menyentuh dan bermakna tersebut.
Kehadiran Zidni Ilman Nafi’an sebagai representasi dari empat kampus PTKIS Sumatera Barat menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari sesama ketua perguruan tinggi terhadap kapasitas kepemimpinan dan kemampuan komunikasi beliau. Sambutan yang disampaikan tidak hanya merepresentasikan STAI Madrasah Arabiyah Bayang, tetapi juga suara kolektif dari seluruh PTKIS yang terlibat dalam program student mobility ini. Pilihan diksi yang tepat, gaya bahasa yang indah, dan muatan pesan yang substantif membuat sambutan ini berkesan dan diingat oleh seluruh peserta acara.
Program student mobility yang telah berlangsung dengan sukses ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama pendidikan tinggi lintas negara sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan global, kemampuan adaptasi tinggi, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam. Dengan kepemimpinan yang visioner dari Zidni Ilman Nafi’an, S.H.I., MA, STAI Madrasah Arabiyah Bayang terus menunjukkan komitmennya untuk membawa mahasiswa pada pengalaman belajar yang berkualitas tinggi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Semoga kerja sama antara PTKIS Sumatera Barat dan UCYP Malaysia semakin erat, menghasilkan program-program strategis yang bermanfaat, dan melahirkan generasi ilmuwan yang berakhlak mulia serta berjiwa global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































