Kerajinan Daur Ulang Siswa Kelas 3 MIS Al-Musthofa Dorong Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Garut, 17 November 2025 — Upaya menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan kreativitas siswa kembali dilakukan oleh MIS Al-Musthofa melalui kegiatan unik dan inspiratif yang melibatkan seluruh siswa kelas 3. Di bawah bimbingan wali kelas, Ibu Nuri Alamiah, S.Pd.I, para siswa berhasil mengolah sampah bekas kopi menjadi berbagai kerajinan yang bermanfaat serta memiliki nilai estetika. Ide kreatif ini berawal dari kepekaan Ibu Nuri terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ia melihat bahwa persoalan sampah, khususnya sampah rumah tangga seperti bungkus kopi, semakin hari semakin sulit ditangani. Rendahnya kesadaran memilah sampah serta tingginya konsumsi produk instan membuat sampah plastik terus menumpuk. Kondisi ini mendorong beliau untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga membantu siswa memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Ibu Nuri memutuskan untuk mengajak siswa berkreasi menggunakan sampah bungkus kopi yang sering dianggap tidak bernilai. “Saya melihat potensi besar dalam diri setiap anak. Mereka mampu melakukan perubahan kecil yang berdampak besar, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Melalui kreativitas, kita bisa mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna,” ungkap beliau.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengumpulkan bungkus kopi dari rumah masing-masing. Sampah tersebut kemudian dibersihkan, dipotong, dan dirangkai menjadi berbagai bentuk kerajinan seperti tempat pensil, hiasan meja, gantungan kunci, hingga sampul buku. Aktivitas ini membuat siswa belajar mengenai ketelitian, kesabaran, serta pentingnya bekerja sama. Suasana kelas tampak sangat hidup. Anak-anak terlihat antusias saat memadukan warna dan motif bungkus kopi, saling bertukar ide, dan menampilkan hasil karya mereka dengan penuh rasa bangga. Pembelajaran yang awalnya berlangsung sederhana berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sarat makna. Selain meningkatkan keterampilan motorik halus, kegiatan ini juga mengasah kemampuan berpikir kreatif para siswa.
Kepala Madrasah MIS Al-Musthofa, Ibu Neti Maryati, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap proyek tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digagas oleh Ibu Nuri bukan hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga menanamkan tanggung jawab ekologis sejak dini. “Mengajarkan anak mencintai lingkungan bukan hanya melalui teori, tetapi melalui tindakan nyata. Apa yang dilakukan Ibu Nuri bersama siswa kelas 3 adalah contoh pembelajaran yang penuh nilai, inspiratif, dan sangat relevan dengan kondisi saat ini,” tuturnya.

Selain dampak lingkungan, kegiatan ini juga memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan karakter siswa. Mereka belajar memaknai bahwa sesuatu yang tampak tidak berharga dapat menjadi karya bernilai tinggi bila diolah dengan niat dan kreativitas. Pembiasaan seperti ini diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih peka terhadap lingkungan dan mampu melihat peluang dalam setiap tantangan. Kegiatan pengolahan sampah menjadi kerajinan di kelas 3 MIS Al-Musthofa menjadi bukti bahwa pendidikan dapat berjalan selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan. Berawal dari ide sederhana, siswa kini mampu menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga bumi. Dengan dukungan guru yang kreatif seperti Ibu Nuri Alamiah, S.Pd.I, madrasah terus berupaya menghadirkan pembelajaran bermakna yang memberi inspirasi bagi seluruh warga sekolah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































