Lamongan, 20 November 2025 – Upaya pencegahan ekstremisme di Jawa Timur semakin diperkuat dengan digelarnya Sosialisasi Pelibatan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Intoleransi Radikalisme dan Terorisme. Diadakan di Lamongan, kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur ini mengangkat tema krusial: “Merawat Kebinekaan, Meneguhkan Persatuan,” sebagai penegasan bahwa persatuan adalah benteng utama melawan perpecahan.
Acara yang berlangsung pada hari Kamis ini menjadi titik temu bagi berbagai elemen strategis masyarakat dan negara. Aula pertemuan dipenuhi oleh perwakilan dari instansi vital seperti TNI dan Polri, tokoh-tokoh dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga perwakilan energik dari kalangan Mahasiswa. Kehadiran yang beragam ini menunjukkan komitmen kolektif dari berbagai sektor dalam menghadapi ancaman intoleransi dan terorisme. Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menandai dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.
Dalam pidato pembukaannya, Dirham Akbar Aksara, Wakil Bupati Lamongan, menegaskan bahwa forum yang terselenggara ini bukanlah sekadar seremoni, melainkan bentuk konkret dan nyata dari keseriusan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme. Beliau juga secara khusus menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama kemudahan akses terhadap media sosial dan evolusi teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Akses tanpa batas ini, menurutnya, rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan disinformasi yang terstruktur dan melakukan penggiringan opini yang bersifat merusak dan negatif. Sebuah kebanggaan juga diungkapkannya, bahwa Lamongan telah tercatat sebagai pelopor dalam inisiasi dan pembentukan FKPT Jawa Timur.
Di sesi pemaparan, Ketua FKPT Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas munculnya kembali aksi teror. Beliau menggarisbawahi ironi setelah masa tenang selama tiga tahun tanpa insiden terorisme yang signifikan, tiba-tiba terjadi pengeboman di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta yang pelakunya adalah seorang siswa. Insiden ini menjadi lonceng peringatan keras bagi semua pihak. Oleh karena itu, beliau mendesak dan mendorong para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk tidak pernah lelah dalam menyampaikan narasi-narasi perdamaian, toleransi, dan doktrin kebaikan secara masif dan berkelanjutan sebagai vaksin ideologi bagi generasi muda.
Pentingnya intervensi dini juga ditekankan oleh Rektor Unsuda. Dalam pandangannya yang tajam, ia menyatakan bahwa penanganan isu radikalisme tidak boleh hanya berfokus pada dampak atau penindakan, melainkan harus diarahkan pada pencegahan yang dimulai dari akarnya. Menurutnya, fokus pada pencegahan akan jauh lebih efektif dalam membentengi masyarakat dari paparan paham-paham yang menyimpang sebelum ideologi tersebut tertanam.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































