Pada tanggal 06-08 November 2025 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan praktek lapang terpadu di Desa Kassi Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Unismuh Makassar dari Kelompok 1 Praktikum Mata Kuliah periklanan dan Jurnalisme Agribisnis ungkap Inovasi dan Kisah Petani Daun Bawang di Desa Kassi Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Jeneponto, Sulawesi Selatan – memiliki potensi pertanian yang cukup kuat, terutama dalam budidaya daun bawang. Didukung oleh kondisi tanah yang subur dan ketersediaan air yang stabil, tanaman daun bawang dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Para petani juga telah terbiasa mengelola lahan secara efektif, sehingga hasil panen mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa. Dalam kegiatan praktek lapang terpadu tersebut, para mahasiswa mewawancarai dua petani daun bawang setempat, yaitu Pak Hasan Tompo dan Bu Siti Amalia, yang selama ini dikenal aktif mengembangkan inovasi di lahan pertanian mereka. Keduanya menjadi narasumber penting dalam pengumpulan data tentang teknik budidaya dan tantangan petani daun bawang di wilayah tersebut, meskipun pada saat itu Bapak Hasan Tompo maupun Ibu Siti Amalia sedang tidak menanam daun bawang, akan tetapi dengan pengalaman musim lalu selama menjadi petani daun bawang banyak informasi yang kemudian mereka berikan kepada kami para mahasiswa terutama kelompok 1 ini. Inovasi dan Teknik Budidaya Petani Desa Kassi, Salah satu petani daun bawang Pak Hasan Tompo, petani yang telah menanam daun bawang selama lebih dari tiga tahun, menjelaskan bahwa kondisi tanah di Desa Kassi yang subur dan beriklim sejuk membuat tanaman daun bawang tumbuh dengan baik. Ia mengandalkan pupuk kandang alami dan pola tanam berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara itu, Bu Siti Amalia yang mewakili generasi muda petani, mulai menerapkan teknik budidaya yang lebih modern, seperti pengaturan jarak tanam yang seragam, penggunaan bibit unggul, serta pemanfaatan pupuk organik cair untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Ia juga memperhatikan pola pengairan agar lahan tidak tergenang air, terutama pada musim hujan. “Sekarang saya juga mulai belajar cara membuat pupuk organik sendiri dari limbah ternak dan sisa sayuran,” ujarnya kepada mahasiswa saat diwawancarai oleh mahasiswa terkait . Kelompok 1 yang terdiri dari empat mahasiswa ini datang ke Desa Kassi sebagai bagian dari kegiatan Praktek Lapang yang bertujuan untuk mengamati langsung aktivitas pertanian dan mengidentifikasi inovasi yang dilakukan petani di daerah pedesaan. Selama di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengumpulkan data wawancara, tetapi juga turut mencari tahu proses pengolahan lahan, penanaman, hingga panen daun bawang yang di tanyakan langsung kepada petani daun bawang. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis untuk kebutuhan laporan akhir dan juga sebagai bahan pembelajaran tentang praktik pertanian berkelanjutan di daerah tropis (dingin) seperti Desa Kassi ini. “Sangat menarik melihat bagaimana petani di Desa Kassi bisa menggabungkan cara tradisional dan modern dalam mengelola pertanian mereka, karna sudah sesuai juga dengan apa yang di ajarkan oleh Bapak Ibu dosen di kampus” ujar salah satu anggota kelompok. Harapan dan Dampak Kegiatan Kegiatan praktek lapang ini diharapkan dapat memberikan manfaat dua arah: bagi mahasiswa sebagai pengalaman nyata di lapangan, dan bagi petani sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi terhadap usaha mereka. Mahasiswa juga berharap hasil wawancara di tempat praktek lapang terpadu ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan program pendampingan petani atau pelatihan budidaya yang lebih efektif. Kisah Pak Hasan Tompo dan Bu Siti Amalia menjadi cerminan ketekunan dan kreativitas petani di Desa Kassi, sementara kegiatan Kelompok 1 menunjukkan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami realitas sosial-ekonomi masyarakat pedesaan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut agar inovasi pertanian lokal semakin dikenal dan berkembang di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































