Pagi itu udara masih sejuk ketika aku dan temanku bersiap-siap untuk pergi ke pantai. Kami hanya berdua, dan perjalanan kali ini terasa berbeda—lebih sederhana, lebih spontan, dan entah kenapa terasa jauh lebih bermakna. Motor yang kami gunakan tidak terlalu besar, tapi cukup kuat untuk menempuh perjalanan jauh. Helm sudah terpasang, jaket ditutup rapat, dan tanpa banyak bicara, kami berangkat menyusuri jalan yang masih lengang.
Di sepanjang perjalanan, angin pagi menyapa wajah kami dengan lembut. Jalanan berbelok-belok melewati sawah, perkampungan kecil, hingga bukit-bukit yang menghijau. Sesekali temanku menepuk pundakku sambil menunjuk sesuatu di kejauhan—burung yang terbang rendah, hamparan ladang yang menguning, atau sekadar langit biru yang tampak luas tanpa awan. Kami tertawa tanpa alasan, menikmati kebebasan yang hanya bisa dirasakan ketika bepergian dengan motor.
Semakin dekat ke pantai, aroma laut mulai tercium. Angin berubah lebih kencang, membawa butiran garam yang terasa di bibir. Suara ombak samar-samar mulai terdengar, dan itu membuat kami semakin bersemangat. Begitu sampai di parkiran pantai, kami turun dari motor dengan senyum lebar, tubuh sedikit pegal tapi hati penuh antusias.
Pantai pagi itu masih sepi. Hanya ada beberapa nelayan yang baru kembali dari laut dan beberapa jejak kaki di pasir yang lembut. Kami berjalan mendekati air, membiarkan ombak kecil membasahi kaki kami yang lelah setelah perjalanan panjang. Temanku langsung tertawa, katanya airnya lebih dingin dari yang dia bayangkan. Kami duduk di tepi pasir, menatap laut luas yang seolah tak berujung. Angin berembus kencang, membuat rambut kami berantakan tapi kami tidak peduli.
Setelah itu, kami berjalan menyusuri pantai, berbicara tentang banyak hal—tentang hidup, tentang rencana masa depan, tentang hal-hal konyol yang membuat kami saling mengejek. Ada sesuatu tentang suasana pantai yang membuat setiap percakapan terasa lebih ringan dan setiap tawa lebih tulus. Kami mengambil foto, meski hasilnya tidak selalu bagus karena rambut tertiup angin, tapi justru itu yang membuatnya lucu.
Saat matahari naik semakin tinggi, kami berteduh di bawah pohon sambil menikmati minuman yang kami beli dari warung kecil dekat pantai. Dari kejauhan, kami bisa melihat ombak menggulung pelan, seakan mengajak kami untuk tinggal lebih lama. Pantai tidak pernah gagal membuat kami merasa tenang—seolah semua masalah bisa hilang hanya dengan memandang birunya laut.
Waktu berlalu tanpa kami sadari. Ketika matahari mulai condong ke barat, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum kembali ke motor, kami menatap sekali lagi hamparan laut yang mulai berubah warna menjadi keemasan. Rasanya berat meninggalkan pemandangan seindah itu, tetapi kami tahu perjalanan pulang pun akan sama menyenangkan.
Di perjalanan pulang, angin sore terasa lebih hangat. Kami tidak banyak bicara, mungkin karena lelah, mungkin juga karena sedang menikmati sisa-sisa ketenangan yang diberikan pantai. Namun, meski diam, rasanya kami mengerti satu sama lain—bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang pantai, tetapi tentang kebersamaan dan kenangan yang akan kami bawa pulang.
Saat akhirnya tiba di rumah, hari sudah mulai gelap. Meski tubuh terasa pegal dan kulit sedikit lengket karena air laut, kami berdua sepakat bahwa perjalanan hari ini adalah salah satu yang paling berkesan. Kadang, kebahagiaan memang tidak perlu hal besar; cukup motor, jalan panjang, pantai, dan seorang teman yang bisa tertawa bersama sepanjang hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































