Sidoarjo — Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan kegiatan observasi pendidikan inklusif di SD Muhammadiyah 1 Candi (SD MICA) pada Jumat, 8 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula SD MICA ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana konsep pendidikan inklusif diterapkan di sekolah dasar berbasis Islam tersebut.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan dari Kepala SD MICA, Bapak Andi, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa dan dosen pendamping dari UMSIDA yang telah menjadikan SD MICA sebagai lokasi observasi pendidikan inklusif.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam melayani kebutuhan belajar yang beragam. Di MICA, kami percaya setiap anak memiliki potensi luar biasa yang perlu dikembangkan dengan cara yang sesuai,” ujar Bapak Andi dalam sambutannya.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pengantar dari Bapak Sabit, selaku Kepala Urusan Kurikulum SD MICA, yang menjelaskan secara singkat mengenai visi sekolah dalam mengembangkan program inklusi. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif di SD MICA tidak hanya sebatas menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan kesempatan belajar yang sama dan dukungan yang menyeluruh.
Sesi utama kemudian diisi oleh Ustadzah Habibah, salah satu guru SD MICA yang berpengalaman dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Dalam pemaparannya, Ustadzah Habibah membahas secara mendalam mengenai program inklusi di SD MICA, mencakup pembelajaran berdiferensiasi, kerja sama guru dan orang tua, pengembangan bakat anak inklusi, serta metode pendekatan yang digunakan dalam pendampingan siswa berkebutuhan khusus.
Menurut Ustadzah Habibah, pembelajaran berdiferensiasi menjadi kunci utama dalam keberhasilan pendidikan inklusif. Guru harus mampu menyesuaikan strategi belajar berdasarkan kemampuan, minat, dan gaya belajar masing-masing anak.
“Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua anak. Guru harus kreatif dan peka terhadap kebutuhan siswa. Itulah mengapa pendekatan yang kami gunakan selalu menyesuaikan dengan karakter anak,” jelas Ustadzah Habibah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua. Dalam program inklusi di SD MICA, orang tua dilibatkan secara aktif melalui pertemuan rutin dan komunikasi intensif agar perkembangan anak dapat dipantau bersama. Sinergi tersebut membantu guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran dan pendekatan emosional yang tepat.
Selain itu, SD MICA juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan bakat anak inklusi. Sekolah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program pengembangan diri yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Tujuannya agar setiap anak, tanpa terkecuali, dapat menyalurkan potensi mereka secara optimal.
Ustadzah Habibah menjelaskan bahwa guru-guru SD MICA menggunakan berbagai metode dalam mendampingi anak inklusi, mulai dari pendekatan individual, metode bermain, hingga penggunaan media visual dan sensorik. Metode-metode tersebut diterapkan untuk membantu anak memahami pelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak menekan.
“Anak-anak inklusi perlu merasa diterima dan nyaman terlebih dahulu. Ketika mereka merasa dihargai, semangat belajar dan kemampuan sosial mereka akan meningkat secara alami,” tuturnya.
Dalam sesi yang sama, Ustadzah Habibah juga membahas aspek etika dan etitut pendidik dalam menghadapi anak inklusi. Menurutnya, guru harus memiliki kesabaran, empati, dan keikhlasan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak bisa berjalan tanpa dasar moral dan spiritual yang kuat.
“Etika dan sikap guru menjadi pondasi utama. Guru harus mencontohkan perilaku yang lembut, penuh kasih, dan menghargai setiap perbedaan. Inilah bentuk dakwah pendidikan yang sebenarnya,” ujar Ustadzah Habibah.
Setelah sesi penyampaian materi, mahasiswa S2 PGSD UMSIDA diajak melakukan room tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan SD MICA, termasuk mengunjungi Ruang Sumber, yaitu fasilitas utama bagi anak-anak inklusi di sekolah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, guru pendamping menjelaskan bahwa Ruang Sumber SD MICA berfungsi sebagai tempat untuk melakukan terapi, pembelajaran tambahan, serta bimbingan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Di ruangan ini, anak-anak inklusi dibimbing agar lebih fokus, mandiri, dan percaya diri dalam belajar.
Para mahasiswa terlihat antusias saat mengamati langsung proses pendampingan di ruang sumber. Mereka juga berkesempatan berdialog dengan guru pendamping untuk memahami bagaimana strategi yang diterapkan berdampak pada perkembangan anak.
Dari hasil observasi, mahasiswa menyimpulkan bahwa penerapan pendidikan inklusif di SD MICA membawa dampak positif terhadap perkembangan anak, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional. Anak-anak inklusi menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi, kemampuan berinteraksi yang lebih baik, serta sikap disiplin yang terus meningkat.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama antara pihak sekolah dan mahasiswa UMSIDA. Para mahasiswa menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung tentang praktik nyata pendidikan inklusif yang telah diterapkan secara profesional dan penuh nilai kemanusiaan di SD MICA.
“Kami banyak belajar hari ini, bukan hanya tentang metode mengajar anak inklusi, tapi juga tentang bagaimana menjadi pendidik yang berempati dan beretika. SD MICA memberi contoh nyata bahwa pendidikan inklusif adalah pendidikan untuk semua,” ujar salah satu mahasiswa peserta observasi.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa S2 PGSD UMSIDA diharapkan mampu menerapkan wawasan yang diperoleh dalam praktik mengajar di masa depan. Sementara itu, SD MICA semakin memperkuat posisinya sebagai sekolah yang konsisten dan inspiratif dalam membangun sistem pendidikan inklusif yang humanis, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai Islam.
Penulis: Falaah Adillah Akbar
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































