Diambil Dari Postingan Instagram Ngaos Kitab, Sekarang Berubah Jadi Ngaos Tarikh
Pada hari ahad 19 Oktober 2025 di sebuah acara yang digelar di masjid sang surya malang, di depan warga muhammadiyah Gus Ibnu Yusuf Bin Kholil atau lebih dikenal dengan Gus Yusuf saja dengan rinci membahas sejarah dan ajaran Muhammadiyah tentu dengan sumber dan referensi yang valid, Inti dari pembahasan Gus Yusuf adalah warga Muhammadiyah tidak perlu takut akan orang luar yang membuat statement bahwasanya Muhammadiyah itu melenceng dari pendirinya, karena menurut berbagai referensi yang beliau bawa sejatinya mereka itu hanya kurang referensi saja sehingga statementnya terlalu terburu-buru mengatakan hal tersebut, Andaikan Mereka melihat tulisan-tulisan murid-murid kiai Ahmad Dahlan yang membahas ajaran beliau maka dipastikan bahwa Muhammadiyah tidaklah melainkan dari ajaran pendirinya.
Selain itu Gus Yusuf juga menyampaikan bahwasanya warga Muhammadiyah itu utamanya kader dan dai yang membawa nama Muhammadiyah dan memiliki jabatan struktural yang signifikan hendaknya merujuk kepada fatwa Tarjih Muhammadiyah, bukan malah mengajarkan fatwa lain yang tidak pernah dirumuskan Muhammadiyah, Padahal dia ke mana-mana dan besar membawa nama Muhammadiyah, Gus Yusuf pun menambahkan bahwasanya dari pihak Abahnya Beliau juga keluarga kyai NU yang cukup terpandang secara nasab mungkin selevel dengan Gus besar seperti Gus Kautsar ataupun Gus baha’ nasabnya, akan tetapi beliau kemana-mana yang disampaikan tidak keluar dari tarjih, hal ini diarahkan bisa menjadi contoh bagi Da’i yang lain yang sebagian membawa nama Muhammadiyah tapi menyelisihi tarjih.
Selain itu pada acara pengkaderan Ikatan Pelajar Muhammadiyah yaitu Taruna melati 3 yang diselenggarakan hari Sabtu 22 November 2025 kemarin, Beliau juga menegaskan hal yang sama di acara pelajar Muhammadiyah provinsi DIY, yang dihadiri berbagai kader dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan lebih keras dari yang beliau sampaikan pada warga Muhammadiyah Malang karena yang beliau hadapi 100% kader Pelajar Muhammadiyah bukan hanya sekedar warga ataupun simpatisan, di sini juga beliau menyampaikan apapun background keluarga anda sebelumnya jikalau sudah masuk Muhammadiyah konsekuensinya adalah mengikuti produk fatwa yang diterbitkan lembaga Muhammadiyah, jangan sampai ada kader Muhammadiyah yang berdakwah membawa nama Muhammadiyah tapi merujuknya malah lajnah daimah Saudi (salafi), ataupun bathsul Masail ini Tentunya tidak nyambung, adapun untuk warga ataupun simpatisan yang mau ngaji ke NU atau Salafi itu terserah mereka tapi para dai dan kader ini harus jelas pendiriannya, Agar tidak membingungkan supaya mereka yang abu-abu ini agar keluar dari Muhammadiyah saja masuk ke kelompok mereka saja, Selain itu Gus Yusuf juga mengingatkan kepada para kader supaya aktif dalam berdakwah Jangan hanya ngurusi organisasi saja secara struktural tapi lupa untuk ngemong umat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































