Makassar, Aksi “Salam Damai” sukses digelar sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu krusial: pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Kegiatan (Sabtu, 22/11/2025) ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perdamaian yang lebih besar di kota Makassar.
Alfiana, Peneliti dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP), dimandatkan sebagai salah satu pembicara yang membawakan materi sosialisasi hasil Focus Group Discussion (FGD) beberapa organisasi sosial dan pemuda. Sosialisasi bertajuk Safeguarding Policy dalam Organisasi Sosial. Hal ini sebagai wujud pencegahan terjadinya tindak kekerasan seksual dalam ranah organisasi dan komunitas sosial.
Dalam sesinya, Alfiana menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab kolektif setiap elemen masyarakat dan organisasi. “Data menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual masih menjadi ancaman serius. Penting bagi kita untuk membangun mekanisme perlindungan yang kuat, mulai dari sosialisasi tentang batasan personal hingga adopsi kebijakan anti-kekerasan seksual yang jelas di tingkat komunitas dan institusi,” ujar Alfiana.
Materi yang disampaikan Alfiana disambut antusias oleh peserta, yang terdiri dari perwakilan komunitas, aktivis, dan mahasiswa. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan praktis untuk menciptakan “tempat yang aman” (Safe Place) di lingkungan masing-masing.
Acara kolaboratif ini telah melibatkan dua festival utama yaitu Peacetival Belajaraya Tanggal: 22 November 2025, berlokasi di Fort Rotterdam. Kedua, Peacetival Manekawarna, Tanggal: 22-23 November 2025, berlokasi di Pelataran Gedung Pinisi UNM.
Peacetival Makassar mengajak semua pihak untuk merayakan dan mengekspresikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui partisipasi aktif. Kehadiran organisasi-organisasi seperti LSKP sangat diharapkan untuk memperkuat semangat kolaborasi. Mari bersama-sama merayakan perdamaian dan mengambil tindakan nyata: Together for Peace, Act for Peace.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































