Refleksi Harlah Kopri ke-58 KOPRI PK PMII STITNU Al-Farabi
“kefeminiman sebagai kekuatan, bukan kelemahan peran perempuan PMII dalam gerakan sosial”
Pangandaran, 26 November 2025 Pengurus Komisariat PMII STITNU Al-Farabi menyelenggarakan kegiatan Refleksi Hari Lahir (Harlah) KOPRI ke-58, sebagai upaya memperkuat komitmen kader perempuan dalam membangun gerakan intelektual, sosial, dan keorganisasian yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Acara yang digelar di Aula Villa Okta Parigi ini menghadirkan seluruh kader PMII, alumni, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat, penuh gagasan kritis, dan menjadi ruang evaluasi gerakan kopri dari masa ke masa.
Risky Idul Rohman sebagai Ketua PK PMII STITNU Al-Farabi, dalam sambutannya menegaskan bahwa refleksi Harlah bukan hanya perayaan simbolik, melainkan momentum untuk membaca arah gerakan perempuan PMII ke depan.
> “KOPRI adalah tiang penting dalam tubuh PMII. Refleksi ini harus menjadi ruang kita untuk memperkuat kapasitas kader perempuan agar mampu menghadapi tantangan sosial dan teknologi yang semakin kompleks,” ujarnya.
Sementara itu, Halimatussadiyah sebagai Ketua KOPRI PK PMII STITNU Al-Farabi menyampaikan bahwa KOPRI telah membuktikan eksistensinya selama 58 tahun sebagai wadah perempuan muda dalam mengembangkan kepemimpinan dan keberanian berpendapat.
> “Refleksi Harlah ini menjadi momentum penting untuk menata ulang cara kita memahami diri, memperkuat intelektualitas, dan memperluas solidaritas antar kader. Kopri terus meneguhkan peran perempuan sebagai suluh peradaban bangsa, yang sangat menentukan masa depan Indonesia. Harlah ke-58 ini mengingatkan kita bahwa kader perempuan harus hadir dengan gagasan yang kuat, empati sosial, dan keberanian mengambil peran. KOPRI tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus menjadi gerakan,” ungkapnya.
—
Kegiatan refleksi juga diisi dengan diskusi tematik bertajuk “kefeminiman sebagai kekuatan, bukan kelemahan: peran perempuan PMII dalam gerakan sosial”. Dialog ini membahas peran strategis perempuan dalam gerakan mahasiswa, tantangan isu sosial yang dihadapi perempuan muda, serta langkah penguatan kaderisasi di tingkat komisariat.
Seorang narasumber sekaligus demisioner ketua kopri menambahkan:
> “Gerakan perempuan harus dibangun di atas kesadaran kritis dan kemampuan membaca realitas sosial. KOPRI harus menjadi agent of change yang membawa nilai-nilai keadilan, keberanian, dan kemanusiaan.”
—
Harapan dan Komitmen Ke Depan
Melalui kegiatan ini, KOPRI PK PMII STITNU Al-Farabi menegaskan kembali komitmennya untuk terus membangun kader perempuan yang berdaya, berpengetahuan luas, dan mampu berkontribusi nyata di masyarakat.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur serta doa bersama untuk kelangsungan gerakan KOPRI di tahun – tahun mendatang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































