Planetary Health Diet muncul sebagai respons terhadap krisis kesehatan dan lingkungan. Diet ini menganjurkan konsumsi banyak sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta mengurangi daging merah dan gula. Fokus pada makanan nabati dan asupan hewani yang terbatas membuat pola makan ini ramah lingkungan. Studi terbaru menunjukkan bahwa adopsi diet ini bisa menurunkan kematian dini secara global. Planetary Health Diet kini mendapat perhatian dunia sebagai solusi untuk menjaga kesehatan manusia sekaligus planet.
Apa itu Planetary Health Diet?
Planetary Health Diet (PHD) resmi diperkenalkan oleh EAT-Lancet Commission lewat laporan “Food Planet Health” yang dipublikasikan pada 17 Januari 2019. Laporan ini menggabungkan ilmu gizi, ekologi, dan sistem pangan global dengan tujuan menetapkan target ilmiah untuk pola makan sehat dan berkelanjutan. Planetary Health Diet (PHD) ialah pola makan fleksibel yang mayoritas bahan pangan berasal dari tumbuhan seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, dam kacang-kacangan.

Pola ini boleh menyertakan sedikit produk hewani seperti ikan, unggas, susu atau telur secara moderat. Konsumsi daging merah dan produk olahan dibatasi. Menurut acuan PHD, porsi harian ideal bisa mencakup lima porsi sayur dan buah, porsi legum dan kacang, serta biji-bijian utuh sebagai sumber karbohidrat.
Merujuk kepada The 2025 EAT-Lancet Commission on Healthy, Sustainable, and Just Food Systems, sistem pangan global saat ini memberi tekanan besar pada lingkungan. Produksi makanan menyumbang sekitar 30% emisi gas rumah kaca global. Jika terus seperti sekarang, pertumbuhan populasi dan konsumsi tinggi akan memperparah masalah iklim, kerusakan ekosistem, dan kekurangan nutrisi. Maka dari itu, Planetary Health Diet menawarkan pola makan yang bisa memenuhi kebutuhan gizi dunia sambil menjaga keberlanjutan lingkungan.
PHD menargetkan sistem pangan global mampu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk hingga sekitar 10 miliar penduduk pada tahun 2050, sambil tetap berada dalam “batas aman planet”. Untuk mencapai target ini, konsumsi sayur, buah, kacang, biji-bijian, dan legum harus meningkat lebih dari dua kali lipat, sementara konsumsi daging merah dan gula harus berkurang lebih dari 50% dibanding konsumsi global saat ini.
Manfaat Ilmiah & Data Nyata
- Penerapan PHD secara global diperkirakan bisa mencegah sekitar 11 juta kematian prematur per tahun.
- Versi lebih baru dari komisi menyebut bahwa diet ini dapat mencegah hingga 15 juta kematian dini setiap tahun bila diadopsi luas.
- Studi observasional pada populasi nyata menunjukkan bahwa mereka yang menerapkan pola makan sesuai PHD punya indikator kesehatan kardiovaskular lebih baik.
- Dari sudut lingkungan, adopsi diet ini bisa mengurangi penggunaan lahan, air, dan emisi. Produksi makanan bisa lebih efisien tanpa menambah beban bagi planet.
Tantangan dan Kekurangan
Namun meski begitu, beberapa penelitian menyoroti bahwa PHD bukan solusi sempurna untuk semua orang. Diet ini cenderung tinggi karbohidrat dan bisa kekurangan nutrisi tertentu seperti zat besi, vitamin B12, atau asam lemak omega-3 dari sumber hewani jika tidak dikelola dengan baik. Kebutuhan nutrisi individu berbeda seperti faktor genetik, umur, jenis kelamin, aktivitas fisik mempengaruhi kebutuhan makro dan mikro nutrien. Oleh karena itu, penerapan PHD sebaiknya disertai penyesuaian dan pantauan gizi.
Daftar Pusaka
Columbia Climate School. 2025. A Blueprint for Survival: New EAT-Lancet Report on Sustainable Food Systems. Columbia University.
Doctors for Nutrition. 2019. 2019 EAT-Lancet Report on Healthy Diets from Sustainable Food Systems: DFN Position Statement. Doctors for Nutrition.
EAT Forum. 2019. Diets for a Better Future: 2019 EAT-Lancet Commission Summary Report. EAT Forum.
EAT-Lancet Commission. 2019. Healthy Diets From Sustainable Food Systems: Summary Report of the EAT-Lancet Commission. EAT Forum.
Good Food Finance Network. 2025. EAT-Lancet Commission Finds Food Systems Can Support Human and Planetary Health. GoodFood.Finance.
International Institute for Sustainable Development (IISD). 2019. EAT-Lancet Commission Proposes Planetary Health Diet to Achieve SDGs and Paris Agreement. IISD SDG Knowledge Hub.
Lancet Commission / EAT. 2019. Food Planet Health: The EAT-Lancet Commission on Healthy Diets From Sustainable Food Systems. EAT-Lancet Commission.
Nutrition & Metabolism. 2025. Nutritional Adequacy and Risks Related to the Planetary Health Diet Pattern. BioMed Central.
Nutrition Studies. 2019. The EAT-Lancet Diet: A First Step Toward a Healthier Planet and Healthier People. Center for Nutrition Studies.
Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK). 2019. EAT-Lancet Report: Scientific Targets for Healthy Diets. PIK Potsdam.
RS UI (Rumah Sakit Universitas Indonesia). 2022. Sehat Tubuhku Selamat Bumiku. Rumah Sakit Universitas Indonesia.
Stockholm Resilience Centre. 2019. The Planetary Health Diet: Healthy Diets From Sustainable Food Systems. Stockholm Resilience Centre.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































