Ogan Ilir, Sumatera Selatan — Suara gemericik air di kolam belakang rumah milik Mulyadi (45), warga Desa Sungai Pinang 2, menjadi saksi perjuangannya dalam membangun ekonomi keluarga. Sejak dua tahun terakhir, ia menekuni budidaya ikan lele yang kini menjadi tumpuan hidupnya. Bermodal semangat dan lahan sederhana, usahanya berkembang dari satu kolam kecil menjadi sepuluh kolam yang kini produktif menghasilkan ikan siap jual. “Awalnya coba-coba saja, ternyata banyak yang minat. Jadi saya tambah kolam sedikit demi sedikit,” tutur Mulyadi sambil tersenyum melihat ikan lele berenang lincah. Semangat untuk maju membuatnya tidak ragu mengubah pekarangan rumah menjadi kolam-kolam terpal dan tanah yang tertata rapi. Lingkungan desa yang masih asri, kualitas air yang baik, serta tingginya permintaan lele menjadi berkah bagi usaha yang tengah ditekuninya. Banyak warga sekitar bergantung pada sektor pertanian dan usaha rumahan, sehingga hadirnya budidaya ikan lele membuka peluang ekonomi baru di desa. Namun, perjalanan mengelola kolam lele bukan tanpa hambatan. Perubahan cuaca menjadi tantangan besar. “Kalau musim hujan air cepat keruh, kadang ikan stres dan gampang sakit. Tapi kalau kemarau, air malah kurang sampai kolam harus dikosongkan,” ujarnya menceritakan tantangan yang dihadapi. Kendala lain datang dari harga pakan yang terus naik. Biaya produksi kerap membengkak sementara harga jual tidak selalu ikut meningkat. Untuk menyiasati, Mulyadi memanfaatkan pakan tambahan seperti keong dan sisa dapur.
Meski begitu, menurutnya usaha ini tetap membutuhkan pendampingan dan pelatihan agar lebih berkembang. Selain itu, pemasaran masih bergantung pada pengepul. Tanpa akses pemasaran lebih luas, posisi tawar peternak kecil tetap rendah. “Kalau bisa jual langsung ke warung-warung atau online, pasti lebih untung. Tapi saya belum paham cara promosinya,” ungkapnya berharap ada pembinaan dalam pemasaran digital. Meski menghadapi berbagai kesulitan, usaha ini membawa harapan baru bagi Mulyadi dan keluarganya. Tidak hanya menambah penghasilan, namun juga menjadi inspirasi bagi warga lain untuk ikut berusaha memanfaatkan potensi desa. “Kalau ada pelatihannya, saya mau belajar. Biar usaha ini bisa lebih maju dan siapa tahu nanti bisa ajak warga lain gabung,” katanya dengan penuh keyakinan. Sejumlah hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sungai Pinang 2 memiliki minat besar untuk belajar dan bekerja sama. Dukungan dari pemerintah atau lembaga pendidikan sangat dibutuhkan, mulai dari pelatihan manajemen air, pembuatan pakan alternatif, hingga pemanfaatan teknologi pemasaran modern. Dengan adanya program pemberdayaan yang tepat sasaran, usaha mikro seperti budidaya lele dapat terus berkembang dan meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Semangat dan kegigihan peternak seperti Mulyadi membuktikan bahwa potensi desa dapat menjadi sumber harapan yang nyata asal dibarengi dukungan dan kesempatan yang adil bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































