Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekedar memberikan sarapan atau makan siang di sekolah, tetapi jauh lebih dari pemenuhan kebutuhan fisik saja. Secara umum, program Makan Bergizi Gratis itu terdiri atas empat pilar penting, yakni pilar pendidikan, gizi, ekonomi dan juga kemiskinan. Bagi banyak siswa, terutama daerah terpencil seperti Papua, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi penyemangat penting dalam siswa tetap bersekolah dan belajar dengan baik. Sehingga program ini kini menjadi salah satu inisiatif dan strategi pemerintah dalam meningkatkan semangat serta kehadiran siswa ke sekolah. Namun tidak semudah itu untuk wilayah timur yang mempunyai persoalan yang kompleks, tidak hanya tingkat kemiskinan yang tinggi tetapi juga tentang persoalan kesehatan, pendidikan, sampai akhirnya menyebabkan ketertinggalan dari segi Sumber Daya Manusia. Rendahnya minat bersekolah di wilayah Papua terlihat dari data Angka Partisipasi Sekolah (APS).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dalam wawancaranya yang dikutip VIVA.co.id menyampaikan bahwa sebelum program ini berjalan, tingkat kehadiran siswa berkisaran di 70-80 persen. Namun sekarang, angka itu melonjak hingga 95 persen. Lonjakan dari kehadiran siswa ini bukan hanya sekedar angka. Dadan juga membagikan kisah yang sangat membekas dari Papua, tentang seorang cucu yang kini justru bangun lebih awal agar tidak ketinggalan makan bergizi dari program MBG di sekolahnya. “Sekarang malah si cucu yang membangunkan neneknya,” kata Dadan saat mengunjungi ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Rabu. Kisah itu menunjukan bagaimana dorongan sesederhana seperti makanan bergizi bisa mengubah kebiasaan anak hingga meningkatkan semangat mereka hadir ke sekolah.
Mengapa Makan Bergizi Gratis bisa meningkatkan semangat untuk hadir ke sekolah?. Keberlangsungan program ini memberikan energi langsung kepada siswa untuk belajar, yang mana banyaknya siswa yang sudah lelah menempuh jauhnya perjalanan, sehingga kehadiran MBG ini cenderung membuat anak lebih fokus, tidak mudah lelah dan memiliki kosentrasi yang lebih baik. Karena asupan nutrisi yang seimbang membantu fungsi kognitif berkembang. Program ini juga membantu pengurangan beban ekonomi orang tua, dengan penyediaan MBG makan sehat untuk anak dapat diakses secara percuma. Sehingga orang tua merasa lebih ringan dan membuat siswa termotivasi untuk tidak bolos, baik itu karena lapar atau tidak mampu menyiapkan bekal bergizi. Makan Bergizi Gratis juga menjadi penyemangat sosial dan membangun masa depan. Banyak siswa-siswa Papua yang rela jauh-jauh datang untuk menerima MBG dengan harapan dan senyuman. Program ini juga bisa dipandang sebagai investasi jangka panjang.
Di Papua program Makanan Bergizi Gratis menumbuhkan antusiasme serta harapan baru, seorang siswa SD Baptis Regina di Timika menceritakan “siswa disekolah ini sangat senang mendapat Makan Bergizi Gratis di sekolah.” Regina bahkan juga menyatakan bahwa dia bercita-cita sebagai dokter, untuk mewujudkannya dia harus makan sehat, “Sa (saya) pu (punya cita-cita menjadi dokter. Sa mau diberi makan gratis oleh Pak Prabowo supaya bisa menjadi dokter. Sa harus sehat untuk bisa jadi dokter, terimakasi, Pak Prabowo.” Ujarnya di Timika dilaporkan dalam papua.antaranews.com.
Dalam laporan papua.antaranews.com dalam judul laporannya “Anak-anak Papua siap terima Makan Bergizi Gratis” pada tanggal, Senin, 10 Maret 2025, juga menyebutkan bahwa meskipun pada hari itu cuaca di Kota Biak, Rabu 3 September 2025 pukul 10;30 WIT turun hujan deras tetapi bagi siswa asli orang Papua Glend Rumbiak bersama 163 siswa SD Inpres Aru lainnya tampak bersemangat dan bersabar dalam menanti pembagian Makan Bergizi Gratis. Dalam laporan antaranews.com menyebutkan juga bahwa di Biak Numfor, Papua, program Makan Bergizi Gratis ini sudah menyentuh lebih dari 1.021 siswa si SD Inpres Aru Distrik Biak Kota. Dalam laporan itu juga Kepala SSPG BGN, Yunita Kristanto, bahwa menu MBG yang disediakan sesuai “standar gizi” agar tercapai dan anak-anak benar-benar mendapat asupan yang sehat. Dalam laporan papua.antaranews.com disebutkan bahwa menurut Sekretaris Utama BGN, Sarwono, berkata “Gizi yang cukup sangat membantu dalam kosentrasi, daya ingat dan kemampuan kognitif, yang mana hal itu sangat penting dalam proses belajar.” Jadi, program Makanan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal kenyang tetapi juga memupuk potensi masa depan generasi muda di Papua. Hal ini menunjukan bahwa nutrisi atau gizi itu merupakan satu strategi awal atau sebuah pondasi membuat masa depan pendidikan.
Namun program ini juga mengalami pro dan kotra yang mana terdapat laporan penolakan dari kalangan pelajar di beberapa wilayah Papua bahkan ada yang menyebutkan bahwa ada satu yayasan yang menolak penerimaan prgram Makan Bergizi Gratis dilingkungan sekitarnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa meski program MBG sudah sangat menjanjikan dan banyak manfaatnya, banyak dari kalangan pelajar yang meminta lebih baik bantuan berupa beasiswa sekolah saja. Jika mencari solusi atas persoalan pendidikan, MBG memang tidak memberikan dampak langsung berupa peningkatasn kualitas pendidikan. Namun, selaras dengan tujuan MBG, program ini mengharapkan meningkatnya kualitas SDM untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Dengan tujuan itu diharapkan di wilayah Papua program MBG ini dapat menyelesaikan masalah kekurangan gizi. Sejumlah penelitian internasional menemukan bahwa kecukupan gizi pangan memengaruhi performa akademik dan prestasi siswa. Penelitian yang mana dilakukan oleh Oriheula dkk (2023) dalam artikelnya berjudul “Association of Household Food Insecurity with Academic Outcomes in Early Adolescents” mengemukakan bahwa anak dengan ketidakamanan pangan ( food insecurity ) cenderung memiliki prestasi akademik dan produktivitas rendah CITATION Bud25 \l 1057 (Budiawan Sidik A, 2025). Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Adam dkk (2024) di Somaliland menemukan bahwa 59,21 persen rumah tangga yang mengalami ketidakamanan pangan memiliki anak dengan performa akademik yang buruk CITATION Bud25 \l 1057 (Budiawan Sidik A, 2025).
Berdasarkan penelitian yang disebutkan dapat dipahami bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang tidak cukup menyelesaikan semua persoalan mendasar yang ada di wilayah Papua, apalagi tentang aspek pendidikan. Namun, secara tidak langsung program ini mampu ikut turut mendukung perwujudan SDM berkualitas. Program Makan Bergizi Gratis memang dapat meningkatkan kehadiran dan motivasi namun untuk menuju perbaikan pendidikan yang maksimal ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas guru dan program pelatihan, pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan untuk membantu kelanjutan pendidikan, pendampingan psikososial dan kesejahteraan siswa karena semangat belajar tidak hanya dari makanan tetapi dari kondisi mental, serta beberapa dukungan keluarga dan masyarakat. Dan program MBG adalah titik awal, sebuah pondasi untuk menciptakan generasi yang sehat, pintar dan mempunyai daya saing.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































