Seringkali kita tidak merasa lapar di pagi hari tetapi saat tengah malam kita selalu merasa lapar, mengapa?
Night Eating Syndrome atau yang biasa dikenal dengan Sindrom Makan Malam (NES) merupakan salah satu gangguan pada pola makan yang biasanya disebabkan oleh pola asupan makanan yang tertunda, yang di mana sebagian besar kalori harian dikonsumsi pada saat malam hari atau saat terbangun di malam hari. Sindrom ini juga dapat disebabkan oleh kebiasaan makan berlebihan saat sebelum tidur, begadang dan juga olahraga yang berlebihan. Sindrom ini merupakan kombinasi dari gangguan suasana hati, pola makan, dan tidur, dan berbeda dengan kebiasaan ngemil di malam hari. Biasanya, Sindrom ini ditandai dengan kurangnya nafsu makan dipagi hari, insomnia, dan juga suasana hati yang berubah-ubah. Ketika sindrom ini dibiarkan, penderitanya dapat mengalami berat badan berlebih (obesitas) atau bahkan bisa juga mengalami penyakit yang lebih serius seperti tekanan darah tinggi dan juga diabetes. Penderita ini tidak memiliki kendali atas keinginan makan sebelum atau selama tidur malam. Para penderita seringkali terbangun ditengah malam hanya untuk makan, setelah itu mereka akan melanjutkan tidur mereka, atau bahkan penderita tidak melanjutkan tidur dikarenakan setelah makan mereka merasa kenyang sehingga para penderita sering terjaga semalaman. Hal itu dapat terjadi berulang-ulang setiap harinya. Selain itu, sindrom ini juga dapat berdampak kepada beberapa hal lainnya, seperti pola aktivitas yang tidak teratur, gangguan dalam berkonsentrasi serta kesehatan yang tidak terjaga.
Dampaknya bagi pola aktivitas
Ketika penderita mengalami sindrom ini, tidur mereka menjadi terputus-putus karena mereka akan selalu terbangun di malam hari untuk makan. Pola tidur yang tidak teratur ini dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu waktu biologis tubuh yang mengatur kapan kita aktif dan kapan waktu untuk beristirahat. Karena ritme sirkadian terganggu, aktivitas di hari berikutnya menjadi tidak optimal. Selain itu, terdapat penurunan pada aktivitas fisik karena tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga, sehingga membuat penderita menunda tugas/pekerjaan di siang hari dan baru akan aktif di malam hari.
Dampak bagi konsentrasi
Sindrom ini membuat para penderita kurang tidur, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami penurunan fungsi kognitif seperti perhatian, memori dan juga fokus. Ketidakseimbangan hormon yang terjadi seperti melatonin atau yang biasa dikenal dengan ritme sirkadian, kortisol (hormon stress) dan hormon yang mengatur rasa lapar seperti ghrelin(hormon lapar) dan leptin (hormon yang mengatur keseimbangan antara energi dan nafsu makan) dapat memengaruhi kerja otak. Kebanyakan dari penderita ini juga selalu merasa bersalah setelah makan malam tersebut, sehingga dapat menimbulkan rasa cemas atau stres yang semakin mengganggu konsentrasi sang penderita. Dampak besarnya bagi para pelajar/mahasiswa yaitu motivasi belajar yang menurun dikarenakan kelelahan kronis, kurang tidur dapat membuat otak tidak mendapat pemulihan optimal.
Dampak bagi Kesehatan fisik dan mental
Konsusmsi makanan berlebihan di malam hari dapat meningkatkan resiko obesitas, diabetes, bahkan gerd yang disebabkan oleh makan sebelum tidur. Kurangnya kualitas tidur juga berdampak pada penurunan system imunitas, sehingga menyebabkan tubuh lebih mudah sakit. Penderita juga beresiko mengalami gangguan mood yang meningkat, seperti kecemasan yang dikarenakan ritme tidur yang kacau dan rasa tidak control terhadap kebisaan makan tersebut.
Night eating syndrome atau sindrom makan malam (NES) dapat mengganggu system biologis yang mengatus makan dan tidur. Ketika jam biologis kita terganggu, maka aktivitas harian, fungsi otak dan kesehatan tubuh juga berdampak ke para penderitanya. Sindrom ini bukan hanya sekedar masalah kebiasaan makan yang buruk, melainkan gangguan psikologis yang membutuhkan perhatian medis dan juga psikologis.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































