Aden Dilaga, seorang mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Mataram, kini namanya telah dikenal luas di seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menjadi salah satu anak muda yang mengharumkan nama NTB dan Indonesia dalam berbagai perhelatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Aden menjadi sorotan bagi anak muda lainnya untuk mengikuti jejaknya—sebuah kolaborasi inspiratif antara RRI Pro 2 Mataram dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB. Dalam sesi berbagi tersebut, Aden menceritakan kisah perjalanan panjangnya dari seorang anak desa yang mampu mengangkat nama provinsi di kancah internasional, serta berbagi pengalaman dan ilmu tentang dunia peternakan.
Aden menegaskan bahwa anak muda NTB memiliki potensi untuk unggul. “Terkadang, kita kurang percaya diri melihat orang lain yang tampil hebat, sehingga membuat kita minder dan gugup dalam menyampaikan ide,” ungkapnya. Ia menyebutkan bahwa masalah anak muda di NTB berkaitan dengan kualitas yang harus terus diasah. “Ketika berada di luar negeri, banyak anak muda yang fokus dengan buku sambil menunggu transportasi umum, mereka berbincang tentang buku yang sedang dibaca,” lanjutnya. Aden berharap anak muda NTB bisa meniru semangat tersebut, karena hanya mereka yang dapat mengajak rekan-rekan lainnya untuk melakukan hal yang sama. Praktik ini tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial dan pendidikan, tetapi juga masa depan bangsa, mengingat anak muda sering dilabeli sebagai generasi penerus yang siap memimpin.
Aden juga menekankan bahwa anak muda dari desa memiliki semangat yang besar, meskipun pergi ke luar daerah terasa mustahil, apalagi ke luar negeri. “Semua ada jalannya; usaha tidak akan mengkhianati hasil. Segala sesuatu yang dimulai dari langkah kecil dapat berdampak besar jika dilakukan dengan konsisten,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya personal branding, terutama di zaman yang menuntut kerja ekstra.
“Apapun yang kita kerjakan hari ini bisa berdampak di masa depan. Kita tidak tahu berapa banyak orang yang akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama,” kata Aden. Ia mengajak semua untuk bangga dengan pencapaian yang telah diraih. Setiap orang memiliki kesempatan, hanya tinggal kapan mereka mau memulai.
Dalam sesi tersebut, Aden juga berbagi pengalamannya menjuarai berbagai lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa melihat peluang adalah kunci keberhasilan. “Banyak yang berpikir bagus, tetapi kurang percaya diri saat menyampaikan pendapat. Kita harus memposisikan diri agar lebih unggul,” tambahnya. Aden mendorong anak muda NTB untuk terus berprestasi, bukan sekadar hadir di kampus untuk kuliah, kemudian pulang. Ia telah meraih lebih dari 35 prestasi nasional dan internasional, termasuk gelar sebagai The Winner Top 1 Delegate dalam forum internasional di Universitas Malaysia yang dihadiri 300 delegasi ASEAN, serta penghargaan di Universitas Singapura dan Thailand.
Tak hanya unggul di bidang non-akademik, Aden juga memiliki prestasi akademik yang mengantarkannya menjadi salah satu Mahasiswa Berprestasi. Berkat pengalamannya, ia sering diundang sebagai narasumber untuk berbagi inspirasi.
Di akhir sesi, Aden memberikan tips dan trik bagi pemuda NTB agar berprestasi. “Anak muda harus terus berjuang, karena untuk memberikan perubahan, kita harus mampu berbuat dengan langkah kecil yang berdampak besar,” pungkasnya.
Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa berprestasi bukan hanya simbol akademik, tetapi juga agen perubahan yang menghubungkan ilmu, aksi, dan inspirasi bagi masyarakat luas. Terima kasih kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB dan Pro 2 FM RRI Mataram atas dukungan luar biasa dalam menciptakan ruang dialog pemuda. Semoga kolaborasi ini terus menginspirasi dan membangun NTB yang mendunia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































