JAKARTA, 5 Februari 2026 – Di dunia pemasaran digital yang serba cepat, Ahmad Madani muncul dengan perspektif yang berbeda. Baginya, berdiri di depan kelas atau di atas panggung seminar bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Karakter pendidik ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan berakar kuat dari masa pendidikannya di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Ahmad Madani menempuh pendidikan di Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor. Secara harfiah, KMI berarti “Persemaian Guru-Guru Islam”. Lembaga ini memang didesain sebagai sekolah calon guru, di mana setiap santri ditempa untuk memiliki jiwa pengabdian dan kemampuan transfer ilmu yang mumpuni.
Meskipun perjalanan hidup setelah lulus dari Gontor pada tahun 2001 membawanya ke berbagai bidang, termasuk menjadi seorang praktisi penjualan (sales), panggilan untuk mengajar selalu menariknya kembali.

Materi Modern dengan Akar Filosofi Pesantren
Kini, Ahmad Madani dikenal sebagai pakar yang membawakan materi yang jauh dari kurikulum tradisional pesantren. Fokusnya adalah pada pemberdayaan industri melalui:
Salesmanship & Professional Selling
Marketing Technology (MarTech)
Social Media Marketing
Generative AI untuk Sales & Marketing
Walaupun audiensnya kini didominasi oleh kalangan non-pesantren seperti siswa SMK Jurusan Pemasaran, mahasiswa, hingga level korporat. Madani tetap memegang teguh prinsip yang ia pelajari di KMI.
Metode Mengajar Lebih Penting dari Materi
“Saya mungkin tidak mengajarkan materi agama secara formal atau kurikulum klasik pesantren. Namun, bagi saya, yang terpenting bukanlah apa yang diajarkan, melainkan bagaimana cara mengajar,” ungkap Ahmad Madani.
Ia menekankan sebuah prinsip terkenal di dunia pendidikan pesantren: At-thariqatu ahammu minal maddah, bahwa metode pengajaran jauh lebih penting daripada materi ajar itu sendiri. Inilah yang membuatnya mampu menyederhanakan materi kompleks seperti AI dan teknologi pemasaran menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh siswa vokasi maupun profesional.

Kontribusi bagi Pendidikan Vokasi
Sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI dan juri LKS Nasional bidang pemasaran, Madani terus menggunakan “panggilan jiwa”-nya untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. Ia percaya bahwa dengan cara mengajar yang tepat, generasi muda Indonesia bisa menguasai teknologi terbaru tanpa kehilangan karakter.
Fakta Utama Ahmad Madani
Latar Belakang: Alumni KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (Lulus 2001).
Filosofi: Mengajar sebagai panggilan jiwa dan pengabdian.
Keahlian: Transformasi digital, Salesmanship, dan Implementasi AI dalam pemasaran.
Peran Aktif: Sekjend KOMISI, pengurus AGMARI, dan Praktisi Vokasi Bidang Pemasaran & Penjualan, Juri LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Kemendikdasmen bidang lomba pemasaran tingkat nasional
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































