Dewasa ini publik dikejutkan dengan kemunculan forum gawagis Muhammadiyah yang di dalamnya adalah perkumpulan dzuriyah ulama pendiri dan penggerak Muhammadiyah, komunitas ini mengejutkan banyak pihak karena selama ini Muhammadiyah para keturunan dari pendiri dan penggeraknya sama sekali tidak nampak di publik, seolah gebrakan di siang bolong.
Di luar dari hal itu sebenarnya yang lebih mengejutkan publik adalah pimpinannya di mana penasehat utama dari organisasi ini adalah Gus Aziz Musthofa Ahmad, dan ketua umumnya adalah Gus Ibnu Yusuf bin Kholil.
Dimana keduanya sebenarnya berasal dari keluarga ulama NU yang cukup terpandang dan juga sama sekali bukan alumni pondok pesantren Muhammadiyah, penulis mencoba menggali lebih dalam dan menemukan fakta bahwa.
Sebenarnya Gus Aziz adalah keluarga dari tangan kanan Gus Dur yang pernah menjabat sebagai menteri Agama di era beliau, kemudian Gus Yusuf berasal dari keluarga ayah Sunan Ampel, oleh karenanya keduanya berasal dari keluarga ulama Nahdlatul ulama yang dihormati masyarakat nadhliyin, Gus Aziz awalnya tertarik dengan dakwah Muhammadiyah dan Salafi kemudian keluar dari NU, tapi di kasus Gus Yusuf, beliau Muhammadiyah dari lahir karena sengaja dididik di keluarga ibunya, neneknya seorang penggerak Muhammadiyah tulen memiliki peran besar dalam menanamkan paham Muhammadiyah sejak dini kepadanya.
Karakteristik dakwahnya pun cukup berbeda Gus Aziz lebih menekankan pada penekanan tauhid dan pemberantasan takhayul bid’ah khurafat, dan fokus ke pengajaran kitab tapi di sisi lain yang bersangkutan memiliki karakter yang lembut dalam dakwah, sebaliknya Gus Yusuf memiliki karakter yang agak keras dan disiplin dalam organisasi, dan lebih saklek terhadap putusan tarjih sama seperti Kyai Muhammadiyah pesisir tahun 80-an ke bawah, tapi beliau lebih sering membahas sejarah Islam dan kemuhammadiyahan karena memang bidang keilmuannya dalam hal tersebut.
Duet dua dzuriyah ulama’ NU ini ibarat sebuah sandal yang tak terpisahkan satu kuat dengan anti TBC dan kitabnya satu kuat dengan sejarah dan kemuhammadiyahannya, yang satu lembut yang satu agak keras, diharapkan bisa saling melengkapi dalam roda organisasi ini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































