KOTA TANGERANG – Aksi pencurian besi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) didepan SMP 5 Kota Tangerang, kembali meresahkan warga.
Seorang Sopir Angkutan Umum (Angkot) jurusan Jatake-Bitung saat ditemui di lokasi mengungkapkan, bahwa para pelaku kerap beraksi pada waktu sepi, bahkan memanfaatkan kendaraan mobil untuk mengangkut material curian.
Menurut Kesaksian warga tersebut, jembatan itu sudah lama terbengkalai sehingga menjadi sasaran empuk pencuri.
“Udah lama ini terbengkalai. Besinya banyak di comot-comot,” kata supir angkot yang enggan disebutkan namanya, Senin 24 November 2025.
Ia menerangkan, walau pencurian tidak selalu dalam jumlah besar, tindakan itu terjadi berulang kali.
Ia mengaku, pernah memergoki aksi pencurian sekitar pukul 4 pagi. Saat itu, pelaku diduga menggunakan mobil warna waspa untuk mengangkut kerangka besi.
“Saya pernah mergokin jam 4 pagi. Pakai mobil waspa. Tapi malah saya yang diteriaki maling,” tuturnya.
Ia juga melihat pelaku bekerja berkelompok, meski tidak mengetahui jumlah pastinya. Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena area tersebut sebenarnya memiliki kamera CCTV.
Namun, menurutnya, rekaman tidak pernah dibuka untuk publik. “Sebenernya udah tau dari kesiswaan. CCTV ada di situ. Kenapa nggak dibuka saja buat informasi publik,” keluhnya.
Dia berharap, agar pemerintah segera bertindak sebelum kondisi jembatan semakin parah dan membahayakan masyarakat. “Kalau nggak dibenahi, kasihan. Ini bisa bahaya,” ujarnya.
Di tengah kondisi itu, keluhan juga datang dari orang tua siswa SMPN 5 Kota Tangerang, Riana menilai, jembatan yang berlokasi tepat di depan sekolah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan anak-anak.
“Ini udah lama banget nggak pernah dibenerin. Padahal ini sekolah pusat kota, seharusnya lebih diperhatikan. Bahaya untuk anak-anak. Mereka kalau jalan suka bercanda, harusnya JPO dirapikan,” ujarnya.
Riana menilai, bahwa masalah perbaikan tidak perlu saling lempar kewenangan. “Saya nggak mau nyalahin siapa-siapa. Ini di depan mata, kelihatan dong,” tegasnya
JPO-nya tolong diberlakukan ya, ini menyangkut nyawa anak-anak. Kadang anak sekolah itu nggak ngerti, lampu hijau saja mereka lari. Bahaya banget,” tambahnya.
Lebih lanjut, Riana mengungkap, bahwa sebelumnya juga pernah terjadi insiden kecelakaan yang membuat kekhawatiran orang tua semakin besar. Namun, hingga kini jembatan belum juga diperbaiki.
“Ini udah banyak kejadiannya. Tapi tetap aja nggak diperbaiki, nggak ada perhatiannya,” katanya.
Riana menilai, pemerintah tidak perlu menunggu ada korban jiwa lagi sebelum bertindak. “Ini pusat kota loh. Banyak resiko kelalaian yang bisa terjadi. Jangan sudah terjadi baru dibenerin,” jelasnya
Harapan saya, lekas segera diperbaiki. Ini fasilitas umum yang benar-benar dipakai anak-anak sekolah,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































