Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 15 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kehidupan Sehat dan Sejahtera yang terdiri dari 19 mahasiswa/i dari berbagai fakultas dan program studi di USU berhasil melaksanakan proyek pembelajaran berbasis komunitas di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga keseimbangan emosional dan psikologis 17 anak panti, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
Anak-anak di panti asuhan rentan mengalami tekanan emosional, kesepian, dan gangguan kesejahteraan psikososial akibat kehilangan keluarga atau latar belakang keluarga Broken Home. Oleh karena itu, tim memilih fokus pada penerapan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan dasar pelatihan mental anak, melalui aktivitas seru dan edukatif. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipasi, wawancara tidak terstruktur, dan diskusi kelompok.

Kegiatan yang melibatkan serangkaian interaksi, mulai dari doa bersama (penerapan Sila Pertama), permainan “Tebak Nama Panitia”, menyampaikan cerita inspiratif “Bintang Kecil yang Menyalakan Hati”, hingga Bernyanyi Bersama dalam Lingkaran. Aktivitas ini berhasil menciptakan suasana yang akrab dan aman.
Tingkat partisipasi anak-anak panti sangat tinggi, menunjukkan bahwa pendekatan yang aplikatif ini efektif. Respons yang paling kuat terungkap dalam sesi wawancara, di mana nilai saling tolong menolong yang merupakan implementasi Sila Kedua tersebut sebagai kunci utama penguatan mental.
Seorang perwakilan anak panti, yaitu Hariyanto mengungkapkan kunci kekuatan mental mereka, “Nilai-nilai dari Pancasila yang benar-benar membantu anak anak panti jadi lebih kuat mental saat menghadapi masalah pribadi adalah saling tolong menolong karna dalam panti selalu bersama sama jadi satu sama lain harus saling membantu,” ucapnya.
Dukungan terhadap nilai-nilai Pancasila juga dikonfirmasi oleh pengelola panti. “Pihak pengelola panti mendisiplinkan anak anak di panti dengan membuat aturan-aturan yang harus dipatuhi… Ketika adanya konflik atau pernikahan antar anak anak tersebut pihak pengelola panti pastinya menerapkan nilai Pancasila ke-4 dengan mempertemukan anak anak yang bersangkutan untuk memberikan nasehat dan penengah agar masalah tersebut bisa selesai,” jelas Vivin, pengelola panti.

Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan memperkuat dukungan psikologis anak panti. Diharapkan, pengalaman ini menjadi bekal bagi siswa untuk melatih empati, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah nyata di masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi model pembelajaran yang berkelanjutan dan memperkuat peran USU dalam pembangunan sosial.


Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”



































































