PALANGKA RAYA – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui aksi penanaman pohon di lokasi bekas tambang yang berada di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendukung proses revegetasi lahan pascatambang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja HMTP UPR yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Aksi penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengembalikan fungsi lahan bekas tambang agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, khususnya sebagai sumber oksigen melalui penghijauan.

Sei Gohong (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Dalam pelaksanaannya, HMTP UPR turut menggandeng berbagai pihak, termasuk dukungan dari Dinas Kehutanan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, yang menyediakan bibit pohon untuk kegiatan ini. Keterlibatan berbagai elemen ini menunjukkan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul di halaman Jurusan Teknik Pertambangan UPR. Berdasarkan susunan acara, peserta melakukan persiapan pada pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, sebelum kemudian berangkat menuju lokasi kegiatan di Sei Gohong pada pukul 07.30 hingga 08.30 WIB.
Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia PKM pada pukul 08.30 hingga 08.45 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan, Dosen Pembina HMTP UPR, serta Ketua Jurusan Teknik Pertambangan, yang masing-masing berlangsung hingga pukul 09.30 WIB.

Memasuki inti kegiatan, aksi penanaman pohon dilaksanakan pada pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Para peserta secara bersama-sama melakukan penanaman bibit pohon di area bekas tambang yang telah disiapkan. Setelah kegiatan utama selesai, peserta beristirahat sejenak sebelum kembali ke kampus pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.
Adapun tahapan pelaksanaan penanaman pohon dilakukan secara sistematis dan melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan pembagian bibit kepada warga, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Selanjutnya, peserta membuat lubang tanam yang disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman yang tersedia.
Proses penanaman kemudian dilakukan dengan menempatkan bibit ke dalam lubang yang telah disiapkan, dilanjutkan dengan penimbunan menggunakan tanah serta pemberian pupuk kompos untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Sebagai penanda, setiap bibit yang telah ditanam diberi pita merah guna memudahkan pemantauan dan perawatan ke depannya.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang terbuka dengan tetap memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini menjadi bentuk komitmen panitia dalam memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi penanaman pohon ini menjadi representasi semangat keberlanjutan yang diusung oleh HMTP UPR. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh civitas akademika. HMTP UPR berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam.

Pelaksanaan PKM ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Jurusan Teknik Pertambangan UPR tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahan bekas tambang dapat kembali produktif serta memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan warga sekitar.
Melalui aksi nyata seperti ini, HMTP UPR menunjukkan bahwa sektor pertambangan juga dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, sehingga tercipta keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































