Cegah Hoaks dan Radikalisme Daring, Mahasiswa UMRI Beri Edukasi Bela Negara di MA Muhammadiyah Pekanbaru
Pekanbaru – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kesadaran bernegara di kalangan pelajar, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Bela Negara di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di ruang kelas MA Muhammadiyah Pekanbaru. Acara ini merupakan wujud nyata penerapan materi mata kuliah Kewarganegaraan yang dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Bapak Ilham Hudi, M.Pd.
Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari delapan orang mahasiswa yang tergabung dalam satu kelompok kerja, yaitu Nadia Ulya, Najiya Maharani, Nabila Santika, Ike Gamarani, Nur Hany Yasmi, Ajeng Srikandi, M. Gilang Ramadhan Rawadu, dan Hilma Oktaviani. Dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab akademik, mereka hadir untuk berbagi wawasan dan pengetahuan kepada para siswa agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai makna bela negara di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat.

Tujuan dan Latar Belakang Kegiatan
Tujuan utama diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan edukasi serta pemahaman yang mendalam kepada para siswa MA Muhammadiyah Pekanbaru mengenai hakikat bela negara. Selama ini, banyak di kalangan generasi muda yang memahami bela negara hanya sebatas kewajiban militer atau pertahanan fisik. Padahal, dalam konteks Indonesia masa kini, bela negara memiliki makna yang jauh lebih luas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan ruang digital.
Para mahasiswa menjelaskan bahwa era digital membawa tantangan sekaligus peluang bagi keutuhan bangsa. Di satu sisi, teknologi memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi, namun di sisi lain, hal ini juga menjadi celah masuknya ancaman berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, perpecahan, hingga pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, pemahaman tentang bela negara harus disesuaikan dengan kondisi zaman, yaitu bagaimana menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Materi dan Pemaparan
Dalam penyampaian materi, tim penyuluh menguraikan bahwa bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Di era digital, bentuk bela negara dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata, antara lain:
✅ Tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau berita bohong.
✅ Menggunakan media sosial untuk hal-hal positif, edukatif, dan membangun persatuan.
✅ Menjaga nama baik bangsa dan negara di mata dunia melalui perilaku bijak di dunia maya.
✅ Memilih dan mencintai produk dalam negeri serta budaya bangsa sendiri.
✅ Menjadi pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku.
Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi pemaparan. Mereka aktif mendengarkan dan merespons penjelasan yang disampaikan oleh para mahasiswa. Suasana kelas berjalan kondusif dan interaktif, di mana banyak siswa mulai menyadari bahwa tugas mempertahankan negara bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Harapan dan Dampak Kegiatan
Dosen pembimbing kegiatan, Bapak Ilham Hudi, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kinerja para mahasiswa. Beliau menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, baik bagi siswa maupun bagi mahasiswa itu sendiri. Bagi mahasiswa, ini adalah sarana menguji kemampuan mengimplementasikan teori ke dalam praktik nyata di masyarakat. Sedangkan bagi siswa MA Muhammadiyah, kegiatan ini menjadi bekal penting untuk memahami peran dan posisi mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru di kalangan siswa MA Muhammadiyah Pekanbaru. Mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki jati diri kebangsaan yang kuat. Ke depannya, siswa diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, menjauhkan diri dari perpecahan, dan berkontribusi nyata memajukan bangsa Indonesia, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab, game’s, dan dokumentasi bersama, meninggalkan kesan positif dan wawasan baru yang berharga bagi seluruh peserta yang hadir.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































