LEBAK, 30 JULI 2026 – Ketahanan pangan global saat ini tengah menghadapi tantangan yang sangat serius akibat dinamika geopolitik dan perubahan iklim yang berdampak langsung pada akses serta ketersediaan pangan. Merespons kondisi kritis tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Budi Luhur sukses melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan inovatif di SMAN 1 Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada hari ini, Kamis (30/7/2026).
Ancaman Krisis Regenerasi Petani di Wilayah Agraris
Kabupaten Lebak merupakan wilayah dengan karakteristik agraris yang sangat kuat. Secara spesifik, Kecamatan Curugbitung yang memiliki luas 74,85 km² mendedikasikan lebih dari 60% total wilayahnya untuk lahan pertanian. Terdapat sekitar 4.000 hingga 4.500 rumah tangga usaha pertanian di kawasan ini, yang menandakan bahwa mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor agraris. Namun, kawasan ini menghadapi tantangan struktural yang mengkhawatirkan. Data menunjukkan adanya tren penurunan produksi padi sawah secara fluktuatif di Curugbitung, dari 14.848 ton menjadi 14.797 ton.
Di sisi lain, SMAN 1 Curugbitung yang memiliki sekitar 515 siswa merupakan satu-satunya institusi pendidikan menengah atas di wilayah tersebut, di mana sebagian besar siswanya berasal dari keluarga petani. Sayangnya, minat generasi muda untuk meneruskan jejak di sektor pertanian terus menurun akibat stigma bahwa bertani adalah pekerjaan yang berat secara fisik (harus kotor dan lelah), berstatus sosial rendah, serta tidak menjanjikan secara ekonomi. Jika tidak segera ditangani, dalam 5-10 tahun ke depan Kecamatan Curugbitung berpotensi mengalami krisis regenerasi petani yang dapat mengancam ketahanan pangan lokal.
Pendekatan Interdisipliner: Hubungan Internasional dan Sistem Komputer
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Universitas Budi Luhur menghadirkan solusi interdisipliner yang menggabungkan rumpun ilmu Hubungan Internasional dan Sistem Komputer. Program ini dibagi menjadi dua sesi komprehensif untuk mengubah pola pikir para siswa dari sekadar konsumen menjadi aktor pangan yang berwawasan global dan cakap teknologi.
Sesi 1: Membangun Kesadaran Kritis Melalui Simulasi Diplomasi Pangan
Sesi pertama berfokus pada penguatan literasi mengenai kebijakan global. Para siswa diajak menyadari bahwa pangan bukan sekadar komoditas lokal, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebijakan internasional dan konflik geopolitik, seperti perang Rusia-Ukraina yang berdampak langsung pada harga gandum dan pupuk dunia. Pembelajaran dilakukan melalui simulasi Model United Nations (MUN) yang disederhanakan dengan tema “Global Food Security Crisis & National Sovereignty”.

- Siswa dibagi ke dalam 4 kelompok yang merepresentasikan berbagai aktor global: aktivis muda, pengusaha teknologi, pebisnis global, dan politisi.
- Melalui simulasi permainan interaktif, siswa dipaksa untuk bernegosiasi, memahami dampak krisis terhadap rantai pasok, dan menyusun draf solusi kolektif.
Sesi 2: Pelatihan Digitalisasi Pertanian Berbasis Internet of Things (IoT)
Sesi kedua dirancang untuk mengikis stigma negatif pertanian tradisional. Tim dosen Sistem Komputer memimpin pelatihan teknis perakitan perangkat keras untuk membuktikan bahwa pertanian dapat dikelola secara modern, presisi, bersih, dan efisien.
- Siswa diajarkan merakit sistem hidroponik pintar terintegrasi mikrokontroler ESP32.
- Sistem ini dilengkapi berbagai sensor mutakhir, meliputi sensor kelembapan tanah, sensor suhu dan kelembapan udara (DHT11/22), sensor pH untuk mengukur keasaman nutrisi, serta sensor intensitas cahaya (LDR/BH1750).
- Perangkat cerdas ini didayai oleh panel surya (solar panel) mini sehingga hemat energi dan ramah lingkungan.
- Para siswa kemudian memantau data sensor secara real-time melalui aplikasi di smartphone mereka dan memantau dasbor berbasis website, lengkap dengan grafik dan fitur otomasi pompa air listrik.

Komitmen Keberlanjutan dan Apresiasi
Tidak sekadar memberikan pelatihan, tim PKM Universitas Budi Luhur juga berkomitmen terhadap keberlanjutan program. Sebagai penutup, tim menyerahkan hibah 1 unit prototipe perangkat Smart Farming kepada pihak SMAN 1 Curugbitung agar dapat difungsikan sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Selain itu, program ini memfasilitasi pembentukan komunitas ekstrakurikuler “Agro-Tech” di sekolah serta menyusun buku panduan/modul terintegrasi agar para siswa dapat merawat dan mengembangkan alat tersebut secara mandiri.
Ucapan Terima Kasih
Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya sinergi yang kuat. Oleh karena itu, segenap tim pelaksana Universitas Budi Luhur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPPM) Universitas Budi Luhur. Dedikasi, bimbingan, serta pendanaan penuh yang diberikan oleh DRPPM Universitas Budi Luhur telah mewujudkan terlaksananya acara ini, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi petani milenial yang cerdas secara politik dan ahli dalam penguasaan teknologi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































