Kota Bima – Komitmen Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima bersama Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata penanaman dan pembagian bibit pohon di Kelurahan Nitu, Kota Bima, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Satu Pramuka Satu Pohon, Tanam Pohon Tanam Karakter”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penghijauan secara berkelanjutan.
Sebanyak 150 bibit pohon ditanam dan dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut. Bibit yang disalurkan terdiri atas pohon alpukat, rambutan, durian, beringin, dan mahoni. Pemilihan jenis pohon tersebut mempertimbangkan manfaat ekologis maupun ekonomis. Pohon buah diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di masa mendatang, sementara beringin dan mahoni berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui peningkatan tutupan hijau dan kualitas udara.
Kegiatan diawali dengan penanaman bibit pohon secara bersama-sama oleh Kepala Balai POM di Bima, Lurah Nitu dan anggota Saka POM Kota Bima di Kantor Kelurahan Nitu. Setelah itu, para anggota membagikan bibit pohon kepada warga agar dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan yang tersedia. Melalui pendekatan tersebut, gerakan penghijauan tidak hanya berhenti pada aksi simbolis, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam merawat dan menjaga pohon hingga tumbuh dengan baik.

Bagi Saka POM Kota Bima, kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai kepramukaan yang menanamkan kepedulian terhadap alam dan sesama. Selain dikenal aktif dalam edukasi keamanan obat dan makanan, Saka POM juga berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang bertanggung jawab, peduli, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui program “Satu Pramuka Satu Pohon, Tanam Pohon Tanam Karakter”, setiap anggota diajak untuk tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawatnya. Filosofi gerakan ini menekankan bahwa proses merawat pohon memiliki kesamaan dengan membangun karakter, yakni membutuhkan kesabaran, ketekunan, kepedulian, dan komitmen yang berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Anggota Saka POM bersama masyarakat bergotong royong menanam bibit pohon di lokasi yang telah ditentukan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan mencerminkan semangat kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran warga yang ikut serta menanam maupun menerima bibit menunjukkan tingginya antusiasme terhadap gerakan penghijauan ini.
Lurah Nitu, Tajudin, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Balai POM di Bima dan Saka POM Kota Bima terhadap lingkungan hidup melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman dan pembagian bibit pohon merupakan langkah positif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Kami menyambut baik kegiatan penghijauan ini. Penanaman dan pembagian bibit pohon ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam maupun dibagikan dapat dirawat bersama sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Kelurahan Nitu untuk memanfaatkan bibit yang telah diterima dengan menanam dan merawatnya secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam menjaga pertumbuhannya.
Program “Satu Pramuka Satu Pohon, Tanam Pohon Tanam Karakter” merupakan salah satu bentuk pengabdian Saka POM Kota Bima kepada masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan ini sejalan dengan pengamalan Dasa Darma Pramuka, khususnya darma kedua, yaitu “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.” Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara.
Selain memberikan manfaat ekologis seperti meningkatkan kualitas udara, menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko erosi, dan memperbaiki tutupan hijau, pohon yang ditanam juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pohon-pohon produktif seperti alpukat, rambutan, dan durian. Dengan demikian, gerakan penghijauan ini memiliki dampak yang tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang.
Kepala Balai POM di Bima sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM Kota Bima, Adjis Sandjaya, mengatakan bahwa gerakan penanaman pohon merupakan bentuk pengabdian nyata anggota Saka POM kepada masyarakat sekaligus investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan.
“Melalui program ‘Satu Pramuka Satu Pohon, Tanam Pohon Tanam Karakter’, kami ingin menanamkan kesadaran kepada setiap anggota Saka POM bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menanam satu pohon mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi apabila dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, dampaknya akan sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan dan kualitas lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Adjis menambahkan melalui aksi nyata ini, diharapkan anggota Saka POM Kota Bima mampu menjadi pelopor semakin banyaknya generasi muda yang terinspirasi untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam dan merawat satu pohon. Jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak, langkah kecil tersebut akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan.
“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada penanaman 150 bibit pohon, tetapi menjadi awal tumbuhnya budaya menanam dan merawat pohon di tengah masyarakat. Jika setiap orang menanam dan memelihara minimal satu pohon, maka kita telah memberikan kontribusi nyata bagi bumi sekaligus meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi anak cucu kita,” tutupnya.
Kegiatan penanaman dan pembagian bibit pohon di Kelurahan Nitu menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan karakter dan pengabdian kepada masyarakat di bidang keamanan obat dan makanan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Balai POM Bima dan Saka POM Kota Bima terus berupaya menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memiliki komitmen menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari bagi generasi mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































