“Dulu kami cuma fokus jualan saja. Soal Google Maps atau media sosial, kami memang belum paham. Banner usaha juga belum ada, jadi orang yang baru pertama datang kadang susah mencari tempat kami,” ujar salah satu pelaku UMKM di Nagari Campago.
Kalimat sederhana itu menggambarkan perubahan besar yang dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak usaha mikro di nagari ini masih mengandalkan pembeli yang datang secara kebetulan. Padahal, persoalan yang mereka hadapi bukan sekadar soal rasa atau kualitas produk, melainkan bagaimana usaha tersebut dikenal dan mudah ditemukan oleh masyarakat luas.
Menjawab persoalan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) yang bertugas di Nagari Campago menghadirkan program rebranding dan digitalisasi UMKM sebagai upaya memperkuat identitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Program yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026 ini menyasar lima pelaku usaha, yakni Nasi Goreng 3 Bersaudara, Kedai Emi, Kembar Caffe, Gorengan Kak Adek, dan Kedai 4 Putri. Program ini merupakan salah satu program unggulan mahasiswa KKN UNP yang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, sekaligus mendapat dukungan penuh dari pemerintah Nagari Campago dan tokoh masyarakat setempat.
Pendampingan diawali dengan proses rebranding melalui pembuatan desain banner baru bagi setiap usaha. Banner tidak lagi sekadar penanda lokasi, melainkan identitas visual yang mencerminkan karakter dan profesionalisme sebuah usaha. Tampilan yang lebih menarik ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah masyarakat.
Selanjutnya, mahasiswa membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar pelanggan dapat menemukan tempat usaha dengan lebih mudah, kapan saja dan dari mana saja. Di era ketika sebagian besar masyarakat mencari informasi lewat internet sebelum memutuskan membeli, kehadiran sebuah usaha di platform digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar untuk bisa bersaing.
Pendampingan juga mencakup pembaruan desain menu agar lebih informatif dan menarik bagi konsumen, serta pengenalan strategi pemasaran digital melalui media sosial mulai dari penyusunan konten promosi hingga cara memanfaatkan media sosial untuk membangun kedekatan dengan pelanggan. Program ini sejalan dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dari lima UMKM yang didampingi, seluruhnya atau 100% kini telah memiliki banner baru dengan identitas visual yang lebih profesional dan telah terdaftar di Google Maps. Sebagian pelaku usaha bahkan melaporkan mulai kedatangan pembeli baru dari luar wilayah sekitar hanya dalam beberapa hari setelah lokasi usaha mereka dapat ditemukan secara daring.
“Kami senang sekali dibantu adik-adik KKN UNP. Sekarang orang lebih gampang cari tempat kami karena sudah ada di Google Maps. Warung juga kelihatan lebih menarik setelah dipasang banner dan dibuatkan daftar menu. Kami juga jadi belajar kalau media sosial itu penting untuk mengenalkan usaha. Semoga ke depannya usaha kami bisa semakin maju,” ujar salah satu pelaku UMKM di Nagari Campago.
Kehadiran mahasiswa KKN UNP membuktikan bahwa pemberdayaan UMKM tidak selalu membutuhkan program yang rumit. Pendampingan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Kedepan, kelima UMKM diharapkan dapat terus mengembangkan strategi digital mereka secara mandiri, sementara mahasiswa KKN berencana melakukan pendampingan lanjutan berupa evaluasi berkala terhadap perkembangan usaha binaan.
Ketika usaha kecil mulai dikenal lebih luas, peluang peningkatan pendapatan pun ikut terbuka. Dari Nagari Campago, langkah kecil menuju transformasi digital itu telah dimulai sebuah bukti nyata bahwa ketika mahasiswa dan masyarakat bergerak bersama, perubahan besar bisa lahir dari hal-hal yang sederhana “Basamo Mangko Manjadi”.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































