Selasa, 3 Maret 2026. Pondok Pesantren Al-Mashduqiah menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Kemasyarakatan (KUKm) yang berlangsung selama 1 hari 2 malam. Kegiatan ini menjadi wadah strategis pembekalan bagi seluruh santri dalam rangka menyambut dan menjalani liburan Ramadhan 1447 H.
Melalui KUKm, para santri diarahkan agar mampu mengisi masa liburan dengan kegiatan yang produktif, positif, dan tetap bernilai edukatif.
KUKm secara resmi dibuka pada Selasa, 3 Maret 2026 oleh KH. Dr. Mukhlisin, Sa’ad, M.A., yang sekaligus menyampaikan materi perdana sebagai fondasi pembekalan sebelum para santri kembali ke tengah masyarakat. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga identitas keilmuan, akhlak, dan nilai-nilai kepesantrenan selama masa liburan. Santri diingatkan bahwa di manapun berada, mereka tetap membawa nama baik pesantren sebagai representasi nilai dan tradisi keilmuan yang telah dibina.
Memasuki hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi KUKm yang dipandu langsung oleh wali kelas dan asisten wali kelas masing-masing. Sebelum sesi tersebut dilaksanakan, para wali kelas dan asisten terlebih dahulu mendapatkan arahan langsung dari Pengasuh Pondok guna memastikan materi yang disampaikan selaras dengan visi, misi, serta harapan pesantren.
Pengasuh berharap para santri tetap merasa berada dalam pengawasan dan bimbingan meskipun berada di luar lingkungan pesantren. Hal ini dimaksudkan agar mereka mampu menjaga sikap, ibadah, serta nama baik almamater di tengah masyarakat. Di sisi lain, perhatian dan pengawasan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian pesantren terhadap para santri, yang diharapkan juga dapat dirasakan secara positif oleh para wali santri.
Kegiatan KUKm secara resmi ditutup pada Rabu, 4 Maret 2026 oleh Pengasuh. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para santri memiliki lima kompetensi utama (5C) untuk mampu bersaing dan berkontribusi di era modern, yaitu:
• Critical Thinking (berpikir kritis),
• Communication (kecakapan berkomunikasi),
• Collaboration (kemampuan bekerja sama),
• Creative Thinking (berpikir kreatif), dan
• Character (karakter yang kuat dan berintegritas).
Beliau juga mengutip syair dari Ali bin Abi Thalib sebagai pengingat pentingnya adab dan akhlak dalam kehidupan:
كن ابن من شئت واكتسب أدباً
يُغْنِيكَ مَحْمُودُهُ عَنِ النَّسَبِ
“Jadilah engkau anak dari siapa pun, dan perolehlah adab (etika), karena kemuliaan adab akan mencukupimu tanpa harus bergantung pada nasab.”
فليس يغني الحسيب نسبته
بلا لسانٍ له ولا أدب
“Tiada berguna kemuliaan nasab seseorang, apabila ia tidak menjaga lisan dan adabnya.”
Syair tersebut menjadi penegasan bahwa kehormatan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh garis keturunan, melainkan oleh kualitas adab dan akhlaknya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ketentuan-ketentuan liburan Ramadhan 1447 H oleh Kepala Staf Pengasuhan Santri sebagai pedoman bagi seluruh santri selama menjalani masa liburan.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi jabat tangan dan salam-salaman antara seluruh santri dan dewan guru sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, serta doa sebelum memasuki masa liburan.
Semoga kegiatan KUKm ini berjalan sesuai dengan maksud dan tujuannya, serta mampu membekali santri Pondok Pesantren Al-Mashduqiah agar dapat menjalani liburan Ramadhan 1447 H dengan baik, benar, produktif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kepesantrenan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































