Bantul (MAN 4 Bantul) – Pagi di Mushala MAN 4 Bantul pada Jumat (27/02/2026) menjelma seperti ruang gema yang hidup. Bukan oleh riuh percakapan, melainkan oleh lantunan Surah Al Waqiah yang mengalir dari dua siswi kelas XI F4, Alfanur Nur Maryamah dan Nurul Husna. Suara keduanya bertaut, membentuk harmoni yang bening dan berwibawa.
Kegiatan tadarus muqaddaman tersebut diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Setiap siswa membaca satu juz sesuai nomor absen masing masing, menyusun mozaik bacaan hingga khatam secara kolektif. Tradisi ini menjadi denyut harian Ramadan di MAN 4 Bantul, dilaksanakan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, lalu ditutup dengan salat Dhuha dan kultum.
Surah Al Waqiah yang dilantunkan pagi itu terasa istimewa. Ayat ayatnya berbicara tentang kepastian, tentang hari yang tak bisa ditunda, seolah menjadi pengingat lembut bagi para pelajar yang sedang menata masa depan.
Basyri Mustafa menyampaikan apresiasinya terhadap pembacaan tersebut. “Membaca Al Waqiah pada Jumat pagi adalah pengingat tentang kepastian hari akhir dan motivasi untuk memperbaiki amal sejak sekarang. Ketika dibaca bersama, efeknya bukan hanya terdengar di telinga, tetapi juga mengetuk kesadaran,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsistensi tadarus setiap pagi membentuk disiplin spiritual siswa. “Muqaddaman ini bukan sekadar target khatam, tetapi latihan kebersamaan dalam kebaikan,” tegasnya.
Melalui lantunan Al Waqiah yang menggema, pagi di MAN 4 Bantul bukan hanya pembuka jadwal pelajaran, melainkan pembuka hati. Ramadan pun hadir bukan sekadar kalender, tetapi sebagai ruang bertumbuh yang terasa nyata di setiap ayat yang dibaca. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































