Padang – Sebuah langkah mulia dan inspiratif telah diambil oleh para alumni jamaah haji tahun 2025 yang berinisiatif membentuk yayasan khusus untuk menyediakan tempat belajar agama bagi para lansia. Semangat yang menyala-nyala pasca menunaikan ibadah haji kini diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada umat, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia senja dan ingin memperdalam ilmu agama demi meraih husnul khatimah di akhir hayat.(Selasa, 30/12/25).
Pertemuan perdana yang digelar dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan dirumah kediaaman Bapak H. Syafrial Kani, S.H., yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Kota Padang periode 2019-2024 ini digagas langsung oleh Bapak H. Syafrial Kani, S.H., bersama tokoh agama terkemuka Sumatera Barat, Buya Dr. H. Japeri Jarab, MM. Kehadiran dua sosok mulia ini menjadi penanda bahwa perjuangan untuk kejayaan umat Islam harus terus dilanjutkan, tidak boleh berhenti hanya setelah melaksanakan rukun Islam yang kelima. Mereka percaya bahwa setiap langkah kecil yang dimulai dengan niat tulus akan membawa berkah besar bagi seluruh umat.
Turut hadir dalam pertemuan bersejarah ini adalah beberapa alumni jamaah haji 2025 dari Kota Padang yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan umat, di antaranya Edi Saputra, Kasnora, dan Farlen. Ketiga sosok ini menjadi bukti bahwa generasi penerus umat Islam siap mengambil tongkat estafet untuk membangun peradaban yang lebih baik, dimulai dari hal-hal fundamental seperti pendidikan agama dan kesejahteraan ekonomi.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini juga dimeriahkan oleh kehadiran tokoh masyarakat Sungai Lareh, Zulkifli, serta Ustadz Arif Maulana yang telah lama berkecimpung dalam dakwah dan pembinaan umat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa gerakan ini bukan sekadar mimpi segelintir orang, melainkan aspirasi kolektif dari berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap nasib para lansia dan kesejahteraan umat Islam secara menyeluruh.
Tidak ketinggalan, akademisi dari FDIK UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Yunus, M.Sos., turut memberikan kontribusi pemikiran dalam pertemuan ini. Kehadiran akademisi menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa yayasan yang akan dibentuk memiliki fondasi keilmuan yang kuat serta pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan. Kolaborasi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi ini menjadi kekuatan sinergis yang sangat menjanjikan.
Dari pertemuan yang penuh semangat ini, lahirlah empat keputusan penting yang menjadi tonggak awal perjalanan mulia mereka. Pertama, disepakati bahwa akan dibentuk yayasan yang fokus pada dua misi utama, yakni menyediakan tempat belajar agama bagi lansia agar dapat meraih husnul khatimah serta pemberdayaan ekonomi umat Islam. Kedua misi ini seperti dua sayap yang akan membawa umat menuju kemajuan yang hakiki, yakni kemajuan spiritual dan material secara seimbang.
Keputusan kedua yang tidak kalah penting adalah telah disepakatinya tiga nama yayasan yang akan diusulkan ke notaris untuk kemudian didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Langkah ini menunjukkan keseriusan para penggagas dalam mewujudkan cita-cita luhur mereka. Mereka tidak hanya berbicara di tataran konsep, tetapi langsung bergerak ke tahap implementasi yang konkret dan terukur.
Momentum terus dijaga dengan menetapkan pertemuan selanjutnya pada tanggal 9 Januari 2025 untuk pembentukan pengurus yayasan. Tanggal ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan penanda dimulainya babak baru dalam sejarah perjuangan umat Islam di Sumatera Barat. Pada pertemuan tersebut, akan ditentukan siapa saja yang akan memikul amanah besar ini, serta bagaimana struktur organisasi yang paling efektif untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Keputusan keempat yang sangat strategis adalah rencana survei tanah lokasi pembangunan serta pembuatan master plan pembangunan tempat belajar. Ini menunjukkan bahwa para penggagas tidak hanya bermimpi, tetapi juga memiliki visi yang jelas dan terukur. Master plan yang matang akan memastikan bahwa tempat belajar yang akan dibangun nantinya benar-benar fungsional, nyaman, dan mampu mengakomodasi kebutuhan para lansia dalam menimba ilmu agama.
Inisiatif mulia ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam bahwa ibadah haji sejatinya bukan akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada sesama. Para alumni jamaah haji 2025 ini telah menunjukkan bahwa setiap Muslim yang telah diberikan kemudahan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi keberkahan tersebut kepada umat yang lain. Semoga langkah awal yang penuh berkah ini menjadi awal dari perubahan besar yang membawa kesejahteraan spiritual dan material bagi seluruh umat Islam, khususnya di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya
By. Muhammad Yunus
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































